Articles by "Headline"
Tampilkan postingan dengan label Headline. Tampilkan semua postingan


ROHIL (CNC) - Aksi pencurian pipa milik PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) di wilayah Bangko Pusako, Rokan Hilir (Rohil), Riau, digagalkan tim keamanan perusahaan. 

Seorang pria bernama Mustakim, alias Takim ditangkap saat diduga tengah memotong pipa menggunakan alat cutting torch.

Kapolsek Bangko Pusako AKP Tri Adiyatmika mengatakan pengungkapan kasus tersebut terjadi pada Senin (7/9/2026) malam.

Polisi menerima laporan terkait dugaan pencurian dengan pemberatan setelah pelaku diamankan oleh tim keamanan PT Global Arrow.

"Tim security mendapat informasi dari warga bahwa di sekitar lokasi BLSO 350/406 terlihat orang sedang melakukan pencurian pipa Safety Guard menggunakan alat potong sejenis cutting torch," kata Tri dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).

Mendapat informasi tersebut, Katim Intel Invest Operasional Manager PT Global Arrow bersama sejumlah petugas keamanan kemudian berkoordinasi untuk melakukan operasi tangkap tangan.

Sekitar pukul 19.10 WIB, petugas berhasil menangkap seorang pria yang mengaku bernama Mustakim. Saat diamankan, pria tersebut diduga telah memotong pipa Safety Guard milik PHR.

"Yang bersangkutan telah memotong pipa Safety Guard milik Pertamina Hulu Rokan sebanyak 10 batang," ujarnya.

Mustakim kemudian diserahkan dan dibawa ke Polsek Bangko Pusako untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Brovit, RT 025/RW 007, Dusun Balam Barat, Kepenghuluan Bangko Bakti, Kecamatan Bangko Pusako, Rokan Hilir.

"Selain itu petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya satu unit Suzuki Carry Pick Up bernomor polisi BM 8821 PH warna hitam, satu set selang cutting torch, satu tabung gas LPG 3 kilogram, satu tabung oksigen, serta 10 batang pipa besi berdiameter 4 inci," ungkapnya.

Akibat kejadian tersebut, PT Pertamina Hulu Rokan diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp 24 juta.

Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polsek Bangko Pusako pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 12.00 WIB dengan nomor laporan LP/B/51/IX/2026/SPKT/Polsek Bangko Pusako/Polres Rokan Hilir/Polda Riau.

"Atas perbuatannya, Mustakim diproses atas dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana Pasal 477 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP," pungkas Kapolsek.**


sumber: Ribu Aktual


RENGAT (CNC)- Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan sanksi teguran berupa Surat Peringatan (SP) satu kepada SPPG Kota Lama 2 di Desa Kota Lama, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

Pemberian sanksi tersebut merupakan tindaklanjut atas temuan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di enam sekolah di Kabupaten Inhu pada akhir pekan lalu.

Korwil BGN di Kabupaten Inhu, Egi Dwi Putra Sitepu, menjelaskan bahwa sanksi diberikan setelah dilakukan evaluasi terhadap temuan makanan yang sempat terindikasi tidak layak konsumsi sebelum dibagikan ke siswa. 

"Sudah disampaikan sanksi tegurannya berupa SP satu," ujarnya, Jumat (11/9/2026).

Lebih lanjut dijelaskannya SP satu tersebut merupakan bentuk peringatan kepada mitra dan Kepala SPPG.

Apabila kejadian serupa terulang kembali, maka sanksi yang diberikan adalah penghentian sementara. 

"Sekarang masih beroperasi, tapi lebih kita pantau lagi kerjanya," ujar pria yang akrab disapa Egi itu.

Kejadian MBG basi di Kabupaten Inhu ini merupakan kejadian yang pertama. Beruntung tidak ada korban atas kejadian tersebut.

Berdasarkan hasil investigasi dari BGN, menu yang disiapkan oleh SPPG tersebut sudah dilakukan pengecekan sebelumnya

Namun terjadi kesalahan pada saat dipacking dan hendak didistribusikan. 

"Menu itu sebelum dipacking harus didinginkan dulu, tapi karena mengejar waktu mereka kecolongan.

Ternyata masih hangat, dan ketika sudah sampai di sekolah jadi berembun di dalamnya, embun itu yang membuat menu tersebut tidak layak dikonsumsi karena sudah asam," ujar Egi menerangkan hasil investigasi yang dilakukan. 

Saat akan dibagikan, menu tersebut kembali diuji oleh pihak SPPG.

Karena sudah tidak layak konsumsi, menu MBG tersebut tidak jadi dibagikan ke siswa yang ada di enam sekolah, yakni SDN 003 Danau Baru, MTs Danau Baru, TK Nikita PT PNV Kota Lama, MI Danau Baru, SDN 009 Alang Kepayang dan SDN 002 Kota Lama. **


sumber: TRIBUNPEKANBARU.COM

SUNGAI PAKNING (CNC) - ,11 September 2026* – PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai melalui unit Produksi Kilang Sungai Pakning kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional dengan menyabet predikat Best Social Welfare Initiative of the Year melalui ajang 17th Corporate Social Responsibility (CSR) Award and Summit 2026 yang digelar UBS Forums di Pune, India. 

Penghargaan itu diraih berkat komitmen berkelanjutan Kilang Sungai Pakning dalam mendorong ketangguhan masyarakat serta penyelamatan ekosistem gambut di sekitar wilayah Perusahaan melalui program “Gambut Lestari Alam Menghidupi”. Penghargaan itu diterima langsung oleh Manager Production PT Pertamina Patra Niaga Kilang Sungai Pakning, Triadi Lukito.

Program tersebut dilakukan lewat kegiatan penanganan bencana karhutla khususnya di wilayah Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis yang mengintegrasikan upaya penanggulangan bencana berbasis tata kelola ekosistem gambut dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. melalui pemenuhan inventaris pemadaman, dukungan tata kelola hidrologis gambut, pelestarian ekosistem asli gambut, hingga penguatan kerja sama lintas sektor melalui rencana kontingesi dalam pemadaman karhutla. 

Salah satu inovasi yang dikembangkan melalui program ini adalah Nozzle Gambut yang dirancang untuk pemadaman api di atas maupun di bawah permukaan lahan gambut. Inovasi Nozzle Gambut menjadi solusi untuk membantu proses pemadaman dan pendinginan pada lapisan gambut secara lebih efektif sehingga mendukung upaya penanganan kebakaran sekaligus mengurangi potensi api kembali muncul. 

Penguatan ekosistem gambut itu juga diperkuat  Pertamina Patra Niaga Kilang Sungai Pakning dengan menghadirkan inovasi Expintable atau sumur hidran portabel yang merupakan solusi praktis untuk penanganan karhutla di lokasi yang jauh dari sumber air. Selain itu, sebagai bagian aspek pencegahan, inovasi Akurrat atau alat pengukur level air gambut juga dikembangkan dan memegang peranan penting sebagai sistem peringatan dini. Informasi mengenai kondisi level air tersebut menjadi dasar untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah antisipasi sebelum kondisi gambut menjadi terlalu kering dan semakin rentan terhadap kebakaran. 

Ketiga inovasi tersebut dikembangkan berdasarkan kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi masyarakat lokal. Selain mudah diaplikasikan di lapangan, inovasi ini juga dirancang agar dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik dan tantangan serupa yang rawan mengalami Karhutla. 

“Pendekatan yang menyeluruh, bukan hanya bagaimana kita memadamkan api, tetapi bagaimana kita mencegahnya, menjaga ekosistemnya, dan memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh manfaat dari lahan gambut tanpa merusaknya,” ujar Triadi Lukito

Ia mengatakan bahwa penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dapat menghasilkan solusi yang relevan dengan kebutuhan di lapangan. “Kami akan terus mendorong inovasi dan memperkuat kolaborasi agar upaya yang dilakukan di Sungai Pakning dapat memberikan dampak yang lebih luas,” ujar tambah Triadi. 

Selain itu, program ini juga mendorong masyarakat untuk dapat melihat lahan gambut sebagai sumber kehidupan melalui kegiatan budidaya perikanan seperti gabus dan toman, serta pertanian ramah lingkungan untuk berbagai komoditas lokal seperti kopi liberika, tanaman hortikultura, dan sagu. 

Triadi menyebut bahwa penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas komitmen perusahaan dalam menjaga ekosistem gambut dan memperkuat ketangguhan masyarakat.

“Bagi kami, pengelolaan gambut yang berkelanjutan tidak hanya berbicara tentang penanganan kebakaran, tetapi juga bagaimana melakukan pencegahan, menjaga tata air gambut, memperkuat kapasitas masyarakat, dan memastikan lahan gambut tetap memberikan manfaat secara berkelanjutan. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan inovasi dan memperkuat kolaborasi bersama masyarakat serta para pemangku kepentingan,” pungkas Triadi Lukito.**

SIAK (CNC) - Pengasuh pondok pesantren di Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten berinisial RS alias KR, dibekuk pada Rabu (9/9/2026) malam. Kasat Reskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos mengatakan RS alias KR dibekuk, karena sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Saat ini, tersangka menjalani penyidikan di Mapolres Siak, dan kami koordinasi dengan pimpinan dulu, untuk kami lakukan ekspose,” kata Kasat Raja Kosmos, Kamis (10/9/2026) pagi.

Lebih jauh disebutkan Kasat Kosmos, kasus ini limpahan dari Polda Riau, dan telah masuk dalam proses penyidikan.

Terkait proses penyidikan ini, sudah ada enam saksi dimintai keterangan atau menjalani pemeriksaan. Selain enam saksi itu, ada juga dua ahli.

“Kami juga sudah menyita sejumlah barang bukti dari tempat kejadian perkara,” terang Kasat Raja Kosmos.

Disebutkan Kasat Raja Kosmos, pihaknya melaksanakan proses lidik dan sidik sesuai ketentuan berdasarkan KUHAP dengan mengedepankan prinsip praduga tidak bersalah.

“Masyarakat sekarang sudah faham dan kami dalami penyelidikan menjadi penyidikan selalu transparan dan dapat dipertanggungjawabkan,” terang Kasat Kosmos.

Terkait hal ini, sebut Kasat Kosmos, beri waktu untuk mengungkap apakah korban hanya satu, atau lebih dari satu.

Terduga RS dilaporkan ke Polda Riau atas dugaan pencabulan terhadap santriwati. Laporan tersebut tertuang dalam Laporan Polisi Nomor LP/B/437/VII/2026/SPKT/POLDA RIAU tertanggal 27 Juli 2026.

Dalam laporan itu, dugaan pencabulan itu dilakukan pada 3 Juli 2025 sekitar pukul 11.00 WIB, di aula majelis tempat RS saat itu menjadi pengasuh.

Awalnya korban diminta datang oleh terlapor melalui pesan WA. Korban diminta membantu membersihkan aula majelis. Korban datang bersama seorang temannya.

Saat korban sedang menyapu aula, terlapor meminta teman korban membeli sabun ke minimarket. Setelah temannya pergi, korban kemudian diminta membersihkan kamar yang berada di area aula. Saat itulah terlapor diduga melakukan tindakan tidak senonoh terhadap korban.

Terlapor juga disebut membawa korban ke kamar mandi dan diduga mencium korban. Peristiwa tersebut baru diceritakan korban kepada orang tuanya setelah menyelesaikan pendidikan di pondok pesantren.

Orang tua korban kemudian mendatangi SPKT Polda Riau untuk membuat laporan dan meminta kasus tersebut diproses secara hukum.

“Kami menerima limpahan perkara dari Polda Riau,” terang Kasat Kosmos.

Tim sedang bekerja, mudah mudahan dalam penyidikan ini, dapat segera menetapkan terlapor menjadi tersangka. **


sumber: RIAUPOS.CO


JAKARTA (CNC) -- Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengungkap salah satu pemicu kasus keracunan dalam program makan bergizi gratis (MBG) dalam rapat di Komisi IX DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/9).

Kepala BPOM, Taruna Ikrar mengaku pihaknya menerima mandat untuk membantu mengatasi kasus keracunan pada program MBG. Mandat itu tertuang dalam Perpres Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis.

Menurut Taruna, Pasal 24 secara tegas menyebutkan bahwa BPOM bertugas untuk mengawasi pelaksanaan program, mulai bahan baku hingga jika terjadi kasus kejadian luar biasa seperti keracunan.

"Pasal itu sangat tegas bahwa kami ditugaskan untuk pengawasannya pelaksanaan, jadi mulai dari pengawasan bahan baku makanan sampai kepada jika terjadi kejadian luar biasa dalam hal ini keracunan," ujar dia dalam rapat.

Untuk melaksanakan tugas tersebut, BPOM diberikan beban anggaran senilai Rp509 miliar dari total anggaran MBG, yang jumlahnya bahkan lebih besar dari total anggaran BPOM dalam setahun, yang hanya Rp115 miliar.

Taruna mengatakan pihaknya telah menyusun 21 program dan telah diusulkan kepada BGN. Namun, usulan tersebut saat ini masih menunggu persetujuan.

Salah satu upaya untuk menekan kasus keracunan, ujar Taruna, pihaknya ke depan akan memperketat waktu produksi dan distribusi makanan.

BPOM menyoroti kasus keracunan di Sidoarjo beberapa waktu lalu, yang berdasarkan hasil temuan, ada jeda waktu lebih dari enam jam sejak makanan dibuat hingga didistribusikan.

"Salah satu protokol yang tidak terlaksana dengan baik adalah karena makanan itu dimasak, disiapkan itu sejak jam 01.00 malam, terus nanti dibagikan sekitar jam 12.00 siang," kata Taruna.

"Berarti kurang lebih hampir 11 jam. Sementara timeline dalam kami mendidik para SPPG itu jangan lewat 4 jam," imbuhnya.

Taruna mengatakan pihaknya ke depan akan memperketat pengawasan jam pembuatan dan distribusi menu MBG. Pihaknya mengakui upaya pengawasan itu belum optimal pada 2025 karena anggaran yang terbatas hanya sebesar Rp2,9 miliar.

"Karena harus disadari bahwa tahun ini kami belum efektif menjalankan karena cuma Rp2,9 miliar untuk tahun ini dianggarkan untuk MBG sehingga itu tidak efektif," katanya.

Namun, Taruna juga berharap agar besaran anggaran Rp509 miliar bisa sepenuhnya masuk dalam anggaran BPOM, bukan menjadi bagian dari MBG.

"Tetapi kan ini masalahnya anggaran yang Rp509 miliar itu sudah terkunci. Nah, sekarang bagaimana membuka kuncinya? Pada rapat kemarin kita sudah diusulkan dan kami sudah membuat tata cara untuk itu," katanya.**


sumber: CNN Indonesia


JAKARTA(CNC) - Badan Narkotika Nasional (BNN) mendorong penguatan kebijakan tata kelola peredaran rokok elektrik atau vape. Hal ini disebabkan dengan masifnya temuan zat berbahaya dalam vape.

Pernyataan ini disampaikan BNN dalam rapat pembahasan kebijakan tata kelola peredaran rokok elektrik yang digelar pada Rabu (9/9/2026), di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta Pusat.

BNN yang diwakili Deputi Pemberdayaan Masyarakat, Aldrin M.P. Hutabarat, mengungkapkan bahwa sepanjang 2026 BNN telah menyita total 8.276,15 mililiter etomidate, 3.485 cartridge vape, 1,3 ton ketamin, 3,37 ton bunga ganja serta sediaan farmasi berupa 2,6 ton metamfitamina cair dan 800 kilogram ketamin HCL.

Dari barang bukti tersebut 3,37 ton kuncup bunga cannabinoid diunkap di Gresik, Jawa Timur pada bulan Juli. Sementara 1,3 ton ketamin diungkap di Kepualan Riau pada bulan Agustus, dan masih di bulan yang sama BNN kembali mengungkap 2,6 ton metamfetamin cair di Kepulauan Riau. Selain daerah-daerah tersebut BNN juga melakukan pengungkapan Sumatera Utara, Bali, Jambi, dan Maluku.

Menurut dia, temuan tersebut menjadi perhatian serius karena menunjukkan adanya potensi penyalahgunaan rokok elektrik sebagai salah satu sarana peredaran zat berbahaya.

"Tingginya peredaran narkotika cair tentu akan meningkatkan jumlah penyalah guna narkotika dan zat adiktif yang akan memberikan dampak buruk tidak hanya pada kesehatan masyarakat, tetapi juga pada aspek lainnya," ujar Aldrin dalam keterangan yang diterima, Kamis (10/9).

Dia menjelaskan, peningkatan peredaran zat narkotika dan zat adiktif dalam bentuk cair tidak hanya berimplikasi terhadap kesehatan masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan beban sosial dan ekonomi bagi negara.

Menurut dia, jika tidak segera diantisipasi, negara harus menanggung konsekuensi yang lebih besar, mulai kebutuhan biaya rehabilitasi bagi penyalah guna, biaya pemasyarakatan bagi kurir dan bandar, hingga biaya pemulihan kesehatan masyarakat yang terpapar.

Usul Larang Total Rokok Elektrik

Atas dasar pertimbangan tersebut, BNN mengusulkan adanya pelarangan total rokok elektrik melalui peraturan presiden (perpres) sebagai salah satu opsi kebijakan untuk mencegah makin meluasnya penyalahgunaan zat berbahaya melalui produk tersebut.

Meski demikian, BNN menegaskan bahwa usulan tersebut tetap menjadi bagian dari proses pembahasan bersama antar-kementerian dan lembaga. BNN akan menunggu hasil kajian yang dilakukan secara komprehensif oleh seluruh pemangku kepentingan terkait agar kebijakan yang nantinya ditetapkan memiliki dasar bukti dan data yang kuat serta dapat dipertanggungjawabkan.**


sumber: detikcom


JAKARTA (CNC) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sumatera Bagian Barat (Sumbagbar) bersama Bea Cukai Bandar Lampung memusnahkan puluhan juta batang rokok ilegal dan ribuan liter minuman keras (miras) ilegal hasil penindakan sepanjang Agustus 2025 hingga Juni 2026.

Total barang kena cukai (BKC) ilegal yang dimusnahkan mencapai 44.698.060 batang rokok ilegal dan 5.893,73 liter minuman mengandung etil alkohol (MMEA) ilegal. Nilai barang yang dimusnahkan diperkirakan mencapai Rp68,88 miliar dengan potensi kerugian penerimaan negara dari sektor cukai sebesar Rp44,65 miliar.

Pemusnahan dilakukan secara simbolis di Kantor Wilayah Bea Cukai Sumbagbar, Lampung, Kamis (10/9/2026), dan dilanjutkan secara paralel di Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah.

Barang ilegal yang dimusnahkan merupakan hasil penindakan Kanwil Bea Cukai Sumbagbar bersama unit vertikalnya, yakni Bea Cukai Bandar Lampung.

Dari total barang yang dimusnahkan, sebanyak 15,27 juta batang rokok ilegal dan 401,5 liter miras ilegal berasal dari hasil penindakan Kanwil Bea Cukai Sumbagbar. Sementara sisanya, yakni 29,43 juta batang rokok ilegal dan 5.497,23 liter miras ilegal, merupakan hasil penindakan Bea Cukai Bandar Lampung.

486 Kali Penindakan

Kepala Kanwil Bea Cukai Sumbagbar Bier Budy Kismulyanto mengungkapkan hingga awal September 2026 pihaknya telah melakukan 486 kali penindakan di wilayah Lampung dan Bengkulu.

Selain menindak peredaran rokok dan miras ilegal, Bea Cukai juga mengungkap berbagai kasus narkotika dan obat terlarang.

Dari serangkaian operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan 106,721 kilogram ganja, 176,157 kilogram metamfetamina atau sabu, 5,913 kilogram etomidate, 15.007 butir ekstasi, 3.100 butir psikotropika, serta 2,6 gram ganja sintetis.

Menurut Bier, keberhasilan penindakan tersebut tidak lepas dari sinergi lintas instansi, mulai dari Kejaksaan Tinggi, Polri, TNI, Badan Narkotika Nasional (BNN), Badan Intelijen Negara (BIN), hingga pemerintah daerah.

"Dalam setiap langkah penindakan, Kanwil Bea Cukai Sumbagbar memperkuat kolaborasi dengan Kejaksaan Tinggi, Polri, TNI, BNN Provinsi, BIN serta pemerintah daerah setempat," ujarnya.

Ia menegaskan sinergi tersebut menjadi fondasi penting untuk memastikan proses penegakan hukum berjalan profesional, terukur, dan berintegritas.

Penerimaan Negara Lampaui Target

Di sisi lain, Kanwil Bea Cukai Sumbagbar juga mencatat kinerja penerimaan yang positif sepanjang 2026.

Hingga 8 September 2026, realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp2,38 triliun atau setara 101,2% dari target tahun 2026 sebesar Rp2,35 triliun.

Capaian tersebut tumbuh 47,63% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Penerimaan itu berasal dari bea masuk sebesar Rp173,99 miliar, bea keluar Rp2,20 triliun, dan cukai Rp6,24 miliar.

Selain itu, berbagai langkah optimalisasi penerimaan negara melalui audit kepabeanan dan cukai, penelitian ulang, penerapan mekanisme ultimum remedium, hingga pengenaan sanksi administrasi menghasilkan tambahan penerimaan sebesar Rp7,17 miliar.

"Kanwil Bea Cukai Sumbagbar juga terus melakukan berbagai langkah extra effort untuk mengoptimalkan penerimaan negara. Hingga September 2026, berbagai kegiatan audit kepabeanan dan cukai, penelitian ulang, penerapan mekanisme ultimum remedium, serta pengenaan sanksi administrasi berhasil memberikan tambahan penerimaan negara sebesar Rp7,17 miliar," kata Bier.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan optimalisasi penerimaan negara tidak hanya dilakukan melalui pelayanan dan kegiatan operasional rutin, tetapi juga melalui penguatan fungsi pengawasan, pengujian kepatuhan, serta penegakan hukum yang efektif dan proporsional.

Bea Cukai menegaskan akan terus memperkuat pengawasan terhadap peredaran barang ilegal guna melindungi masyarakat, menciptakan iklim usaha yang sehat, serta menjaga penerimaan negara.**


sumber: CNBC Indonesia


MANGGARAI TIMUR (CNC) , 9 September 2026 — PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai bersama Rumah Zakat kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kali ini, bantuan diberikan melalui layanan kesehatan dan distribusi makanan khusus anak-anak di Dusun Waso, Desa Satarkampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat menghadapi kondisi pascabencana. Sebanyak 10 relawan terlatih turun langsung ke lokasi pada 9 September 2026 untuk memberikan layanan kesehatan dan dukungan makanan bagi anak-anak penyintas gempa.

Tim memberikan pemeriksaan dan pengobatan secara gratis kepada warga. Selain itu, sebanyak 451 paket makanan anak disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak selama berada dalam kondisi darurat.

Sebanyak 97 orang menerima manfaat dari layanan kesehatan yang diberikan. Penerima manfaat berasal dari berbagai kelompok usia, termasuk lansia, anak-anak, dan balita.

Layanan kesehatan ini menjadi penting bagi warga Dusun Waso karena akses menuju fasilitas kesehatan masih terbatas akibat kondisi pascagempa.

Tim medis dan relawan melakukan pemeriksaan terhadap warga yang mengalami berbagai keluhan kesehatan. Dengan layanan tersebut, warga dapat memperoleh penanganan awal tanpa harus menempuh perjalanan jauh.

Selain layanan kesehatan, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai bersama Rumah Zakat juga menyalurkan 451 paket makanan untuk anak-anak.


Paket makanan tersebut diberikan sebagai dukungan tambahan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak selama masa darurat. Bantuan ini diharapkan dapat membantu keluarga memenuhi kebutuhan makanan anak di tengah keterbatasan pascagempa.

Kehadiran tim medis dan relawan disambut antusias oleh masyarakat Dusun Waso. Warga memanfaatkan layanan kesehatan sekaligus menerima bantuan makanan untuk anak-anak mereka.

Salah satu warga Dusun Waso, Gufron, menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diberikan.

“Kami mewakili warga Dusun Waso mengucapkan banyak terima kasih kepada PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai dan Rumah Zakat. Bantuan layanan kesehatan dan makanan untuk anak-anak ini sangat berarti bagi kami yang kondisinya masih serba terbatas setelah gempa. Semoga kebaikan seluruh pihak dibalas dan program ini membawa berkah bagi kita semua,” ujar Gufron.

Melalui kolaborasi ini, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai bersama Rumah Zakat terus berupaya hadir di tengah masyarakat terdampak bencana. Dukungan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan nutrisi anak menjadi bagian dari ikhtiar untuk membantu warga melewati masa tanggap darurat dan proses pemulihan pascagempa.**

JAKARTA (CNC)- Sebanyak lima jurnalis dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau menggunakan sebuah kapal sejak Senin (07/09) sore. Hingga Rabu (09/09) pagi, kelima jurnalis beserta awak kapal belum ditemukan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan, kelima jurnalis tersebut menumpang kapal cepat Arupadhatu 1dari Dermaga Pagedongan, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin (07/09) pukul 14.00 WIB.

Kapal tersebut berisi Warta (55) selaku kapten kapal, Surakman (60) selaku anak buah kapal, dan Heriyanto (49) sebagai pemandu.

Adapun kelima jurnalis mencakup M Bagus Khoirunnas, jurnalis kantor berita Antara Biro Banten; Ari Basuki, jurnalis Merdeka.com; Yudhis, jurnalis iNews; Daus, jurnalis kantor berita Anadolu; dan Donal Husni, jurnalis lepas.

Sebelum berangkat, Bagus sempat mengirimkan foto di dalam kapal bersama empat rekannya kepada istrinya.

Estimasi perjalanan dari dermaga ke Gunung Anak Krakatau selama dua jam.

Pada pukul 14.42 WIB, Bagus sempat berkomunikasi dengan jurnalis Antara Biro Lampung, Abay, yang sedang berada di Pulau Sebesi. Saat itu, Bagus mengirimkan informasi dengan mengabarkan lokasi terkini. Namun, pada pukul 15.04 WIB, Abay hilang kontak dengan Bagus.

Pada pukul 18.13 WIB, pemandu kapal Heriyanto sempat mengirimkan foto sedang berada di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Setelah itu, tiada kabar dari kru kapal dan kelima jurnalis.

Pada Selasa (08/09) siang, pimpinan kantor berita Antara Biro Banten, Bayu Kuncahyo, melaporkan pewartanya hilang kontak kepada Basarnas.


Pencarian dimulai

Setelah mendapatkan laporan tersebut, tim SAR dari Pandeglang berangkat menuju lokasi terakhir kontak rombongan.

"Tim kemudian melakukan penyisiran menuju arah Krakatau dan sejumlah wilayah perairan yang diduga menjadi lokasi keberadaan speed boat," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, kepada Kompas.com.

Polda Banten menyampaikan Basarnas menggerakkan sejumlah kapal dan personel untuk mencari lima jurnalis yang hilang.

"Dalam pencarian tersebut, sebanyak 23 personel terlibat, terdiri dari dua personel KP Sanjaya Mabes Polri, lima personel Ditpolairud Polda Banten, dan 16 personel Basarnas Banten.

"Pencarian juga didukung dengan penggunaan Kapal Basarnas KN Tetuka yang bergerak dari Dermaga Pelabuhan BBJ Bojonegara menuju wilayah perairan Carita dan selanjutnya ke lokasi pencarian," kata Kabid Humas Polda Banten, Kombes Maruli Hutapea, pada Selasa (08/09).

"Kapal masih melakukan pencarian terus di laut selama tiga hari ini," tambahnya sebagaimana dikutip Detik.com.

Hingga penyisiran berakhir pada Selasa (08/09) pukul 22.12 WIB, tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun delapan orang yang masih dalam pencarian.

Menurut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, tim SAR Gabungan akan memperluas area penyisiran, pada Rabu (09/09).

Kantor SAR Banten menyiapkan dua pesawat nirawak termal atau drone termal untuk mencari delapan orang yang hilang kontak.

Koordinator Operasi SAR, Rizky Dwianto, mengatakan pencarian melalui udara menggunakan helikopter atau pesawat belum memungkinkan karena abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih menyebar.**

JAKARTA (CNC) -- Jaksa Jepang menuntut hukuman denda sebesar 200.000 yen (Rp22,8 juta) terhadap istri mendiang Presiden Sukarno sekaligus mantan ibu negara RI, Ratna Sari Dewi Soekarno atau Dewi Sukarno, dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap mantan asisten dan manajernya, Selasa (8/9).

Menurut surat dakwaan, perempuan 86 tahun yang menjadi tokoh televisi Jepang itu pernah melemparkan gelas sampanye kepada asistennya di sebuah restoran di kawasan Shibuya, Tokyo, pada 13 Februari 2025.

Mengutip kantor berita Jepang Kyodo, The Straits Times melaporkan Dewi juga diduga pernah meninju dan menendang manajernya saat itu di sebuah rumah sakit hewan di kawasan yang sama pada 28 Oktober di tahun yang sama.

Dewi diduga memukul dan menendang korban hingga menyebabkan luka ringan, termasuk memar di bagian dada yang membutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk sembuh.

Menurut sumber tersebut, Dewi mendatangi rumah sakit hewan setelah menerima telepon bahwa kondisi anjingnya tiba-tiba memburuk. Ia kemudian mulai berteriak dan bertindak kasar hingga menyerang seorang perempuan yang berusaha menghentikannya.

Setelah kejadian tersebut, perempuan itu keluar dari agensi dan melaporkan kasus tersebut kepada polisi pada November 2025.

Dalam sidang perdana di Pengadilan Distrik Tokyo pada 23 Juni lalu, perempuan yang dikenal luas sebagai Madame Dewi di Jepang itu secara umum mengakui dakwaan penganiayaan terhadap kedua perempuan tersebut dan menyatakan dirinya "sangat menyesali" perilakunya.**


sumber: CNN Indonesia

PEKANBARU - Dinas Kesehatan (Diskes) provinsi Riau mencatat terjadi peningkatan penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), selama kurun waktu bulan Agustus dan September. Selama dua bulan tersebut, penderita ISPA di Riau tercatat sebanyak 10.783 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Zulkifli mengatakan, terjadinya peningkatan kasus penderita ISPA di Riau tersebut diduga akibat kabut asap yang melanda Riau karena Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). 

“Total penderita ISPA di Riau selama periode Agustus hingga awal September tercatat sebanyak 10.783 kasus,” katanya.

Dari total keseluruhan penderita, korban teridentifikasi terdiri dari 5.321 pasien laki-laki dan 5.462 pasien perempuan. Kondisi ini makin mengkhawatirkan lantaran ribuan anak-anak dan balita menjadi kelompok paling terdampak. 

Dari data menunjukkan sebanyak 1.937 balita usia 0–5 tahun terdeteksi terserang ISPA, dengan rincian 1.162 anak laki-laki dan 775 anak perempuan. Tak hanya balita, kelompok anak usia sekolah 5–9 tahun yang terjangkit ISPA juga mencapai 1.844 jiwa, terdiri dari 989 anak laki-laki dan 855 anak perempuan.

Meski terjadi lonjakan signifikan, Zulkifli mengklaim fasilitas kesehatan di daerah terdampak masih sanggup menampung dan melayani para pasien secara maksimal.

Guna menekan dampak buruk ledakan ISPA, Dinkes Riau mengklaim terus menggalakkan pembagian masker gratis dan kampanye edukasi kesehatan ke masyarakat.

“Pemerintah daerah juga menyalurkan makanan tambahan bagi ibu hamil serta balita terdampak, sembari menyiagakan oksigen konsentrator di Puskesmas. Tim Medis Darurat (Emergency Medical Team) di setiap Puskesmas telah diaktifkan penuh untuk mengantisipasi gejolak lonjakan pasien secara mendadak,” sebutnya.

Khusus di tingkat provinsi, Dinkes Riau mendirikan tenda posko darurat yang dilengkapi rumah oksigen dan tempat tidur medis untuk penanganan kritis. Langkah darurat ini juga melibatkan akademisi perguruan tinggi serta organisasi profesi kesehatan untuk mendistribusikan masker kepada para pengguna jalan.

Kemudian juga, pihaknya mengimbau untuk meningkatkan deteksi dini dengan mendorong masyarakat yang mengalami gejala untuk segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

"Kita juga mendorong peningkatan peran serta masyarakat dalam menanggulangi dampak kesehatan yang diakibatkan polusi udara melalui penerapan protokol kesehatan, khususnya terhadap populasi rentan seperti anak, ibu hamil, orang dengan komorbid atau penyakit penyerta, dan lanjut usia," katanya.

Selain itu juga perlu tindakan memastikan ketersediaan masker dalam melindungi diri dari polusi udara, khususnya masker yang dapat menyaring polusi udara.

"Tenaga kesehatan kita di Faskes kita minta untuk segera melaporkan dan memantau kasus kejadian penyakit yang diakibatkan oleh asap seperti ISPA, iritasi mata, pneumonia, iritasi kulit dan asma ke Dinas Kesehatan Kabupaten Kota," tutupnya.**


sumber: MC Riau

DUMAI, 8 September 2026 – Komitmen PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Dumai dalam mendukung percepatan dekarbonisasi dan transisi energi nasional kembali memperoleh pengakuan di tingkat nasional. Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai berhasil meraih Juara 1 Kategori On-Grid Self Consumption dalam ajang Apresiasi Energi Baru dan Terbarukan (AEBT) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di JIEXPO Convention Centre, Jakarta, Kamis (3/9).

Penghargaan bergengsi tersebut diraih melalui karya inovasi berjudul “Transformasi Kawasan Hunian Rendah Karbon melalui Implementasi PLTS 3,77 MWp sebagai Akselerator Dekarbonisasi dan Transisi Energi Berkelanjutan di PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai.”

Karya yang mengantarkan Kilang Dumai meraih prestasi tertinggi tersebut disusun oleh tim Fungsi Engineering & Development yang terdiri dari Ervandy Haryoprawironoto, Saeful Sampe, dan Nobal Ardhinata. Melalui proposal tersebut, tim mengangkat implementasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di kawasan hunian Kilang Pertamina Dumai sebagai langkah nyata dalam mewujudkan kawasan rendah karbon sekaligus mendukung agenda transisi energi yang berkelanjutan.

Capaian ini mencerminkan konsistensi Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai dalam mengintegrasikan pemanfaatan energi baru terbarukan ke dalam operasional perusahaan. Implementasi PLTS berkapasitas 3,77 MWp tidak hanya berkontribusi terhadap penurunan emisi karbon, tetapi juga mendukung peningkatan efisiensi energi, keandalan operasional, serta penciptaan nilai tambah yang berkelanjutan bagi perusahaan.

Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Iwan Kurniawan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh Perwira yang telah berkontribusi dalam pencapaian tersebut. 

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh Perwira Kilang Dumai dan Kilang Sungai Pakning yang telah menunjukkan dedikasi, kreativitas, dan kontribusi terbaiknya dalam menghadirkan inovasi yang memberikan nilai tambah bagi operasional sekaligus mendukung keberlanjutan perusahaan. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa semangat inovasi dan kolaborasi telah tumbuh menjadi budaya kerja di lingkungan Kilang Dumai. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian ESDM atas penghargaan yang diberikan kepada PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai," ujar Iwan.

Menurutnya, penghargaan ini semakin memperkuat posisi Kilang Dumai sebagai bagian dari perusahaan energi yang aktif mengintegrasikan pemanfaatan energi terbarukan dalam operasional, sekaligus mendukung agenda dekarbonisasi nasional dan pencapaian target Net Zero Emission (NZE) 2060 atau lebih cepat.

Program PLTS 3,77 MWp sendiri dikembangkan melalui kolaborasi antara PT Pertamina Patra Niaga RU Dumai dan PT Pertamina New & Renewable Energy (PNRE). Sinergi tersebut mencerminkan komitmen dan kolaborasi kuat di lingkungan Pertamina Group dalam menghadirkan solusi energi bersih yang andal, efisien, serta memberikan manfaat lingkungan dan bisnis secara berkelanjutan.

Melalui skema on-grid self consumption, energi listrik yang dihasilkan PLTS dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik internal perusahaan. Skema ini memungkinkan optimalisasi pemanfaatan energi surya sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi berbasis fosil. Implementasi tersebut menjadi salah satu langkah konkret Kilang Dumai dalam mempercepat pengurangan emisi karbon melalui penggunaan energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan.

Keberhasilan meraih Juara 1 AEBT 2026 juga menunjukkan bahwa upaya dekarbonisasi dapat berjalan selaras dengan kebutuhan perusahaan dalam menjaga keandalan dan keberlanjutan operasi. Transformasi energi yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada manfaat lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan efisiensi dan nilai ekonomi yang mendukung daya saing perusahaan.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Tengku Muhammad Rum, menambahkan bahwa penghargaan tersebut menjadi pemacu semangat bagi perusahaan untuk terus menghadirkan inovasi berkelanjutan.

"Penghargaan ini menjadi momentum bagi Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai untuk terus memperkuat budaya inovasi dan memperluas implementasi solusi energi rendah karbon. Kolaborasi lintas fungsi serta sinergi antar entitas di lingkungan Pertamina Group menjadi salah satu kunci dalam mempercepat berbagai inisiatif energi bersih yang memberikan manfaat nyata bagi perusahaan maupun lingkungan," ujar Muhammad Rum.

Raihan tersebut semakin mempertegas peran Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai sebagai salah satu motor penggerak transformasi energi berkelanjutan di Indonesia melalui integrasi aspek dekarbonisasi, efisiensi energi, keandalan operasional, dan penciptaan nilai dalam satu program yang terukur.

Melalui keberhasilan implementasi PLTS 3,77 MWp dan pencapaian Juara 1 AEBT 2026, Pertamina Patra Niaga RU Dumai menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan bisnis. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan serta replikasi pemanfaatan energi terbarukan yang lebih luas, sekaligus mendukung perjalanan Pertamina menuju operasi yang semakin rendah karbon dan berkelanjutan.**


PEKANBARU - Hampir 5.000 penumpang di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru terdampak pembatalan penerbangan menyusul erupsi Anak Gunung Krakatau. Hingga Senin (7/9/2026), tercatat sebanyak 30 penerbangan dari dan menuju Bandara SSK II Pekanbaru dibatalkan.

Pembatalan tersebut mencakup penerbangan yang dijadwalkan hingga pukul 18.00 WIB sesuai NOTAM (Notice to Airmen) yang diterima pihak bandara.

PGS General Manager Bandara Internasional SSK II Pekanbaru, Imamura Ginting, mengatakan angka hampir 5.000 penumpang tersebut merupakan perkiraan berdasarkan laporan dari seluruh maskapai yang beroperasi di bandara.

"Jadi dapat kami laporkan dari Bandara SSK II Pekanbaru, hari ini tanggal 7 September 2026 sampai dengan siang ini penerbangan yang sudah kami dapatkan laporan dari seluruh maskapai ada 30 penerbangan yang di-cancel sampai dengan pukul 18.00 WIB sesuai dengan NOTAM yang disampaikan," ujar Imamura, Senin (7/9/2026).

Dari 30 penerbangan yang dibatalkan, sebanyak 15 merupakan jadwal keberangkatan dari Pekanbaru menuju Jakarta. Sedangkan 15 lainnya adalah penerbangan dari Jakarta yang seharusnya tiba di Bandara SSK II Pekanbaru.

"Dari 30 penerbangan itu, 15 yang akan berangkat ke Jakarta dan 15 yang rencananya akan tiba di Bandara SSK II Pekanbaru. Dari 30 penerbangan itu, perkiraan kami sesuai dengan laporan dari para maskapai, ada hampir 5.000 pax yang terimbas akibat pembatalan penerbangan tersebut," jelasnya.

Besarnya jumlah penumpang yang terdampak membuat pergerakan pesawat di Bandara SSK II Pekanbaru ikut mengalami penurunan. Kendati demikian, aktivitas penerbangan tidak sepenuhnya terhenti.

Sejumlah rute di luar jalur terdampak masih tetap beroperasi, di antaranya penerbangan dari Pekanbaru menuju Kuala Lumpur, Batam, Kualanamu dan Gunung Sitoli.

"Ya, pastinya dampaknya pergerakan pesawat juga berkurang karena ada 30 penerbangan yang dibatalkan. Namun, dari Bandara SSK II sendiri, kita masih ada penerbangan menuju Kuala Lumpur, Batam, Kualanamu, dan Gunung Sitoli," katanya.

Imamura menegaskan, berdasarkan NOTAM yang diterima, pembatalan terutama terjadi pada penerbangan yang mengarah ke Pulau Jawa.

"Jadi, penerbangan yang dibatalkan hanya ke arah Jawa nya, sesuai dengan NOTAM yang disampaikan kepada kita,” ujarnya.

Jika dibandingkan dengan keseluruhan jumlah penumpang yang melakukan perjalanan dari Bandara SSK II Pekanbaru, Imamura memperkirakan sekitar 70 persen ikut terdampak pembatalan. Sementara 30 persen lainnya masih dapat bepergian melalui rute yang tetap beroperasi.

"Kalau dari total jumlah penumpang pastinya lebih banyak yang menuju ke Jakarta atau ke Halim dibandingkan yang tadi kami sebutkan seperti Batam, Kuala Lumpur, Singapura ataupun Kualanamu. Itu bisa dibilang 30 persen yang tidak terdampak dan 70 persen yang terdampak akibat pembatalan," jelasnya.

Untuk mengantisipasi kebingungan penumpang, pihak maskapai telah menyampaikan informasi pembatalan melalui berbagai saluran komunikasi.

"Kalau untuk hal tersebut, menurut kami pihak maskapai sudah mem-blasting bahwasannya ada pembatalan untuk penerbangan kemarin dan hari ini," katanya.

Di Bandara SSK II, sejumlah penumpang yang terdampak pembatalan juga terlihat mendatangi konter layanan maskapai. Mereka mengurus pengembalian tiket atau memilih menjadwalkan ulang perjalanan.

"Kami lihat juga beberapa penumpang yang batal hari ini itu melapor kepada pihak maskapai untuk melakukan refund ataupun melakukan reschedule penerbangannya," ungkap Imamura.

Untuk penumpang yang memilih refund, maskapai memberikan kebijakan pembebasan biaya berdasarkan informasi yang diterima pihak bandara.

"Kami dapatkan informasi bahwasannya pihak maskapai membebaskan, artinya tidak ada kena biaya untuk refund terhadap tiket tersebut," ujarnya.

Sedangkan penumpang yang memilih reschedule dapat mengatur kembali perjalanan sesuai jadwal yang tersedia. Penjadwalan ulang bergantung pada ketersediaan kursi pada tanggal yang dipilih.

"Kalau reschedule berdasarkan jumlah seat yang tersedia di jadwal ataupun tanggal yang diminta oleh para penumpang," pungkasnya. **


sumber: MC Riau

PEKANBARU - APICAL berkolaborasi bersama Wardah, dan Perhimpunan Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi dan Estetika Indonesia (Perdoski) Pekanbaru, menghadirkan event "Pekanbaru Skin Defense, Menjaga Kulit di Cuaca Ekstrem dan Polusi," yang digelar di Grand Elite Hotel, Jalan Riau, Sabtu 5 September 2026.

Event ini digelar sebagai bentuk kepedulian APICAL Group dan kolaborator lainnya untuk menjaga kesehatan kulit masyarakat dalam kondisi cuaca ekstrem dan polusi asap yang disebabkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Head of Corporate Communications Apical Group Prama Yudha Amdan mengatakan, APICAL merupakan satu perusahaan pengelola, pemroses, dan pengekspor minyak sawit (CPO) beserta produk turunannya, termasuk turunan untuk bahan baku skincare, yang terbesar di Indonesia.

"APICAL ada dimana-mana, di skincare yang kita pakai, bahan dapur, tranportasi, pakan ternak dan sebagainya," ujarnya.

la menjelaskan, APICAL selalu peduli untuk memberikan yang terbaik melalui produk-produk yang dihasilkannya. Termasuk menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat.

"Kami selalu peduli untuk memberikan yang terbaik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Perlu diketahui, sejak tahun 1994, APICAL telah berkomitmen untuk tidak menjalin kerjasama dengan perkebunan yang membakar lahan untuk menanam sawitnya," tegasnya.

la berharap kolaborasi bersama Wardah dan Perdoski ini dapat menjadi momen bagi masyarakat untuk berbagi wawasan mengenai perawatan kulit hingga pemilihan produk yang tepat.

"Melalui event ini, masyarakat juga bisa mendengarkan langsung pemaparan perawatan kulit dan produk-produk kecantikan terbaik, dan kandungan dari produk kecantikan yang kita gunakan, serta berkonsultasi dengan pakarnya," jelasnya. 

Event ini menghadirkan langsung Head of Corporate Communications Apical Group Prama Yudha Amdan, Area Business Lead Pekanbaru Rifqi Suhandri Hutasuhut, Ketua bidang III Pengabdian Masyarakat Perdoski Pekanbaru dr. Puridelko Kampar, Sp.DVE, FINSDV. 

Event ini disponsori oleh APICAL, Perdoski (Perhimpunan Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi dan Estetika Indonesia) Pekanbaru, BRK Syariah, Wardah, Khaf, BNI, APGWI (APG Westkampar Indonesia), Bumi Siak Pusako (BSP), PTPN V, SKK Migas, Pemko Pekanbaru, RAPP, Riau Petroleum, dan Polda Riau. 

Sementara itu, penyelenggaraan acara ini diinisiasi juga oleh Riau Online, dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-11 Riau Online berkarya melayani masyarakat. 

CEO Riau Online Fachrurradzi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada APICAL, Wardah dan Perdoski yang telah berpartisipasi untuk memberikan pemaparan mengenai perawatan kulit bagi masyarakat di tengah cuaca ekstrem dan polusi asap Karhutla. 

Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada seluruh sponsorship yang telah mendukung, serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam event Pekanbaru Skin Defense. **

JAKARTA -- Sejumlah gunung api di Indonesia erupsi dalam hari yang sama. Hingga Minggu (6/9) pukul 09.00 WIB, setidaknya ada empat gunung api yang erupsi, yakni Gunung Anak Krakatau, Gunung Ibu, Gunung Illi Lewotolok, dan Gunung Semeru.

Lokasi keempatnya menyebar, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Illi Lewotolok di Nusa Tenggara Timur, dan Gunung Ibu di Halmahera Barat.

Berikut empat gunung api di Indonesia yang erupsi hari ini, hingga Minggu (6/9) pagi.

1. Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi sejak Jumat (4/9) malam hingga Minggu (6/9). Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau bahkan tercatat sudah menyebar dari Bengkulu hingga Jakarta.

"Terjadi erupsi G. Anak Krakatau pada hari Minggu, 06 September 2026, pukul 07:10 WIB. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi 16 detik," tulis Badan Geologi Kementerian ESDM pada Minggu (6/9).

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan, berdasarkan informasi dari PVMBG dan VAAC Darwin dan hasil analisis RGB Citra Himawari-9, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terbagi menjadi dua sebaran.

Sebaran pertama bergerak ke arah timur laut-selatan yang mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat serta perairan sekitarnya.

Sebaran kedua bergerak ke arah barat daya - barat laut, mencakup sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian Selatan, serta Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu-Lampung-Banten.

2. Gunung Ibu

Gunung Ibu di Provinsi Maluku Utara juga dilaporkan erupsi pada Minggu (6/9).

Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat tinggi kolom letusan mencapai sekitar 400 meter di atas puncak atau sekitar 1.725 meter di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur laut.

"Terjadi erupsi G. Ibu pada hari Minggu, 06 September 2026, pukul 04:55 WIT. Tinggi kolom letusan teramati ± 400 m di atas puncak (± 1725 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 15 mm dan durasi 35 detik," demikian Badan Geologi dalam rilisnya, Minggu (6/9).

3. Gunung Illi Lewotolok

Gunung Api Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, kembali mengalami serangkaian erupsi dalam 48 jam terakhir.

Letusan terkuat terjadi pada Minggu (6/9) pukul 06.41 WITA, dengan kolom abu teramati mencapai 600 meter di atas puncak atau setara 2.023 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu berwarna kelabu tebal condong ke arah tenggara, terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 82 detik.

4. Gunung Semeru

Gunung Semeru di Jawa Timur mengalami erupsi pada Minggu (6/9) pukul 07.51 WIB. Tinggi kolom abu teramati mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak. Berdasarkan laporan Badan Geologi, erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi 102 detik.

Badan Geologi juga meminta masyarakat di sekitara Gunung Semeru tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," tulis Badan Geologi.**


sumber: CNN Indonesia


JAKARTA -- AirNav Indonesia menerbitkan dan memperbaharui NOTAM terkait penutupan sementara tiga bandara akibat dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Tiga bandara yang menjalani proses penutupan sementara adalah Bandara Internasional Soekarno Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, dan Bandara Radin Inten II.

Halim Perdanakusuma estimasi akan dibuka kembali pada pukul 10.00 WIB. Sedangkan Soekarno-Hatta estimasi akan dibuka kembali pukul 09.30 WIB.

"Penutupan sementara di tiga bandar udara tersebut merupakan bagian dari langkah keselamatan penerbangan seiring perkembangan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau."

"Kondisi sebaran abu vulkanik bersifat dinamis sehingga memerlukan pemantauan secara berkelanjutan dan penyesuaian pelayanan navigasi penerbangan sesuai perkembangan kondisi," tulis AirNav dalam pernyataan mereka.

AirNav menegaskan pihaknya akan terus memantau perkembangan kondisi ruang udara.

"Kami terus memantau perkembangan kondisi ruang udara secara intensif. Setiap perubahan kondisi yang berpotensi memengaruhi keselamatan penerbangan segera kami tindaklanjuti melalui pembaruan informasi aeronautika dan penyesuaian pelayanan navigasi penerbangan sesuai kebutuhan."

"AirNav Indonesia terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan penerbangan dalam memantau perkembangan kondisi ruang udara dan memastikan informasi keselamatan penerbangan tersampaikan secara tepat waktu."

AirNav Indonesia akan terus memperbarui informasi aeronautika sesuai perkembangan kondisi di lapangan. Keselamatan penerbangan menjadi prioritas utama dalam setiap penyesuaian pelayanan navigasi penerbangan," tulis AirNav**

sumber: CNN Indonesia

KATHMANDU - Banjir bandang dahsyat yang terjadi di Nepal merenggut ribuan korban jiwa. Ada momen dramatis saat penyelamatan dua orang yang sempat terjebak selama berhari-hari.

Dua orang itu berhasil diselamatkan pada Jumat (4/9) dari sebuah terowongan yang terhubung dengan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Sungai Trishuli, Nepal. Kedua orang itu terjebak dalam terowongan selama sembilan hari, setelah banjir bandang menerjang kawasan lembah setempat.

Longsoran es, bebatuan, dan lumpur menyapu area lembah di wilayah Nepal yang berbatasan dengan Tibet, China, pada Rabu (26/8) pekan lalu.

Para pejabat dan petugas penyelamat, seperti dilansir Reuters, Jumat (4/9/2026), meyakini bahwa runtuhnya gletser di bagian hulu Sungai Trishuli pada 26 Agustus lalu, telah membuat setidaknya 900 orang terjebak di dalam terowongan yang terkait dengan enam proyek PLTA di sepanjang sungai tersebut.

Sedikitnya 1.252 orang tewas di wilayah Nepal, saat rumah-rumah, jalanan, dan sekolah di berbagai kota serta desa yang terletak di perbatasan dengan wilayah Tibet diterjang banjir bandang dahsyat. Lebih dari 4.200 orang lainnya dinyatakan masih hilang dan ribuan orang lainnya terpaksa mengungsi.

Otoritas China mencatat jumlah korban tewas di Tibet mencapai sedikitnya 21 orang, dengan sebanyak 541 orang lainnya dinyatakan hilang.

Dua orang yang berhasil dikeluarkan dari terowongan di PLTN Upper Trishuli 34 pada Jumat (4/9) waktu setempat itu merupakan pekerja proyek PLTA tersebut. Keduanya, yang berjenis kelamin laki-laki, menjadi orang-orang pertama yang berhasil diselamatkan dari proyek PLTA itu.

Kantor Menteri Energi Nepal Biraj Bhakta Shrestha mengidentifikasi kedua korban selamat itu sebagai Sanjay Sah yang seorang mandor mekanik dan Kabir Maharjan yang seorang pengawas mekanik.

Video dan foto yang dirilis oleh otoritas Nepal memperlihatkan momen Maharjan ditarik keluar dari sebuah lubang di tanah, dengan disambut sorak-sorai orang-orang di sekitarnya. Dia kemudian dibaringkan di atas tandu.

Satu pekerja lainnya, Sah, digendong oleh seorang petugas ke tenda penyelamatan dengan wajah berlumuran lumpur.

Dalam salah satu video yang dirilis, terlihat tim dokter militer sedang memeriksa Sah di sebuah tenda darurat yang dibangun di dekat terowongan. Mereka memasangkan alat menyerupai masker oksigen pada mulutnya dan memeriksa tanda-tanda vitalnya.

"Namanya Sanjay Sah dan dia bekerja di ruang kendali mekanik. Parameter vitalnya tampak normal," kata seorang pejabat militer setempat.

Cedera yang dialami sah dinyatakan tidak kritis. Sedangkan Maharjan, menurut seorang staf Menteri Energi Nepal kepada Reuters, tidak dapat menggerakkan tangan dan kakinya.

Keduanya kemudian diterbangkan dengan helikopter ke sebuah rumah sakit di Kathmandu.

Operasi penyelamatan ini melibatkan tim ahli dalam grup WhatsApp yang memandu para petugas penyelamat selama upaya SAR dilakukan di lokasi proyek PLTA. Metode tersebut menjadi sarana yang sangat berguna, di samping helikopter dan alat berat, dalam upaya cepat untuk menemukan para korban selamat.

Upaya Penyelamatan

Seorang pakar pembangunan terowongan yang terlibat dalam operasi penyelamatan di terowongan pembangkit listrik tenaga air Nepal menjelaskan kepada BBC cara mereka menjangkau para penyintas.

Arnold Dix telah memberikan saran kepada otoritas pembangkit listrik tenaga air Nepal mengenai cara menembus terowongan yang tersumbat akibat banjir bandang pekan lalu,

"Ibarat lapisan demi lapisan keajaiban", kata Dix, merujuk banyaknya tantangan yang mereka hadapi.

Hambatan pertama adalah menemukan lokasi stasiun pembangkit listrik tenaga air, di tengah medan yang hampir tidak dapat dikenali lagi akibat sapuan banjir.

"Saya belum pernah mengetahui operasi penyelamatan yang mengharuskan kami mencari pintu masuk terowongan yang sebelumnya berada di lereng bukit, tetapi kini berada di bawah tanah. Anda bisa membayangkan besarnya longsoran itu, yang sepenuhnya menimbun pintu masuk," kata Dix, yang merupakan ketua International Tunnelling and Underground Space Association.

Dengan menggunakan teknik rekayasa, peta topografi lama, citra satelit wilayah tersebut setelah bencana, rekaman video dari helikopter, dan "apa pun yang bisa kami temukan di permukaan gunung seperti tiang listrik", Dix dan timnya memperkirakan posisi pintu masuk dan mulai menggali.

Mereka menemukannya, tetapi tantangan berikutnya adalah menemukan para penyintas.

"Kami tahu mereka berada di depan, tetapi kami tidak tahu persis di mana. Jadi kami harus mulai menggali ke arah yang benar. Dan kami menyimak apakah bisa mendengar seseorang," katanya.

Tim SAR harus menembus terowongan yang sepenuhnya tersumbat lumpur dan batu, beberapa di antaranya lebih besar dari mobil. Mereka juga harus menggunakan bahan peledak untuk membuka jalan.

"Kami harus menggunakan bahan peledak yang biasanya tidak pernah kami lakukan karena risiko meledakkan orang-orang [yang terjebak di dalam terowongan] dan juga membahayakan diri kami sendiri," kata Dix.**


sumber: detikcom

BENGKALIS - Satreskrim Polres Bengkalis, Riau menahan dua orang terkait kasus pemalsuan surat tanah dan penggelapan aset di Bukit Batu. Salah satu tersangka adalah mantan kepala desa.

Penahanan kedua tersangka dilakukan Unit I Satreskrim Polres Bengkalis, Kamis (3/9) kemarin. Penahanan dilakukan setelah tim penyidik melakukan pemeriksaan di Ruang Unit I Satreskrim Polres Bengkalis.

Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian S Siregar membenarkan terkait penahanan terhadap kedua tersangka. Bahkan, penyidik Reskrim Polres Bengkalis tengah melengkapi semua berkas tersangka.

"Benar, Unit I Satreskrim Polres Bengkalis telah melakukan penahanan terhadap dua orang tersangka terkait pemalsuan surat dan penggelapan. Saat ini proses penyidikan masih terus dilakukan untuk melengkapi berkas perkara," kata Fahrian, Jumat (4/9/2026).

Kedua tersangka masing-masing berinisial T (53) dan S (62) yang merupakan warga Kecamatan Bukit Batu. T sendiri merupakan mantan kepala desa pada periode kasus itu terjadi.

Perkara tersebut bermula dari laporan polisi yang diterima SPKT Polres Bengkalis pada 4 Mei 2026. Penyidik lalu memeriksa saksi-saksi, pengumpulan dan juga penelitian alat bukti yang berkaitan dengan perkara.

Berdasarkan hasil penyidikan dan gelar perkara, penyidik kemudian menetapkan kedua orang tersebut sebagai tersangka. Penetapan ini melalui Surat Ketetapan Tersangka tertanggal 26 Agustus 2026.

Dalam perkara ini, penyidik menerapkan Pasal 392 ayat (1) dan/atau Pasal 486 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Adapun dugaan tindak pidana tersebut terjadi di Jalan Buruk Bakul, Desa Buruk Bakul, Kecamatan Bukit Batu pada Mei 2014 silam.

Kasat Reskrim Polres Bengkalis AKP Yohn Mabel menjelaskan bahwa penyidik saat ini masih fokus menyelesaikan pemberkasan perkara. Selanjutnya, penyidik akan berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) guna memastikan proses hukum terhadap kedua tersangka berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Kami akan terus melengkapi berkas perkara dan berkoordinasi dengan JPU. Seluruh proses penanganan perkara dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," tegas AKP Yohn Mabel.

Kedua tersangka disebut nekat melakukan pemalsuan surat tanah dan penggelapan hasil penjualan tanah. Selain itu tersangka juga menjual anggunan berupa surat tanah tanpa persetujuan pemilik seluas kurang lebih 30 ribu meter persegi. **


sumber: detikcom

JAKARTA - Bareskrim Polri mengungkap motif utama di balik kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah di Indonesia. Berdasarkan hasil penyidikan, mayoritas pelaku diduga sengaja membakar lahan untuk pembukaan lahan baru.

Kasubdit III Dittipidter Bareskrim Polri, Kombes Pipit Subiyanto, menjelaskan modus operandi ini ditemukan di berbagai daerah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan. Para pelaku menggunakan api utuk membersihkan lahan karena dianggap lebih cepat.

"Modus operandinya adalah lebih dominan itu adalah dengan pembukaan untuk pembukaan lahan," kata Pipit di Graha BNPB, Jakarta Timur, Jumat (4/9/2026).

"Bahwasanya modus operandi saat ini yang kami temukan bahwasanya mereka melakukan dengan kebakaran yang ada ini baik itu membakar secara langsung, ada yang tidak sengaja karena dengan perapian yang mereka gunakan maupun yang lain-lainnya dengan motif adalah salah satunya tentang adanya pembukaan lahan," tambahnya.

Pipit rincinya membakar tumpukan kayu atau rumput yang telah dikeringkan di musim kemarau ekstrem sangat berbahaya. Terlebih dengan adanya fenomena El Nino yang kuat, api menjadi sangat mudah menjalar dan sulit dikendalikan.

"Tumpukan-tumpukan yang sudah dikeringkan dan dibakar pada saat kondisi seperti ini memang sangat rentan dan sangat membahayakan," tuturnya.

Data Sebaran Tersangka Perorangan

Terkait kebakaran hutan dan lahan, Polri telah memproses 167 laporan polisi sepanjang 1 Januari hingga 3 September 2026. Dari ratusan laporan tersebut, polisi telah menetapkan sebanyak 112 orang sebagai tersangka.

"Terkait dengan jumlah laporan polisi, penanganan perkara yang sudah kami rincikan tadi, serta luas area, itu ditetapkan jumlah semua tersangka 112 tersangka atau terduga," ujarnya.

Berikut rincian sebaran 112 tersangka berdasarkan wilayah Polda jajaran:

Polda Riau: 42 tersangka

Polda Sumatera Selatan: 20 tersangka

Polda Kalimantan Tengah: 20 tersangka

Polda Kalimantan Timur: 13 tersangka

Polda Jambi: 8 tersangka

Polda Kalimantan Barat: 7 tersangka

Polda Kalimantan Selatan: 2 tersangka

Pipit menguraikan bahwa hingga saat ini seluruhnya merupakan tersangka perorangan. Lahan yang dibakar umumnya merupakan tanah milik pribadi yang lokasinya berdekatan dengan pekarangan mereka

"Update yang hari ini kami laporkan dari 167 laporan itu, semuanya perorangan. Lahan yang mereka gunakan atau mereka yang mengakibatkan kebakaran itu adalah milik perorangan juga," jelasnya.

Penyelidikan Lanjutan

Meski belum ada korporasi yang ditetapkan sebagai tersangka, Pipit memastikan Polri terus melakukan pendalaman. Jika ditemukan bukti keterlibatan perusahaan, pihaknya akan melakukan tindakan tegas.

"Kalau ada informasi terkait temuan fakta di lapangan, akan kami tindak lanjuti dan cross check," pungkasnya.***


sumber: goriau

PEKANBARU – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau menjadwalkan gelar perkara khusus bersama Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri terkait dugaan pungutan liar (pungli) terhadap perusahaan di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).

Perkara yang dilaporkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Amatir tersebut berkaitan dengan dugaan pungutan kepada perusahaan dengan dalih untuk perbaikan jalan. Kasus itu kini telah naik dari tahap penyelidikan ke penyidikan.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau Kombes Pol Ade Kuncoro mengatakan penyidik juga tengah meminta keterangan ahli hukum tata negara sebagai bagian dari pendalaman perkara.

“Penyidik sedang melakukan pemeriksaan ahli hukum tata negara dan menjadwalkan gelar perkara khusus dengan Kortas Tipikor Polri,” kata Ade dalam keterangan tertulis, Kamis (3/9/2026).

Penanganan perkara dilakukan Subdirektorat II Tindak Pidana Korupsi Ditreskrimsus Polda Riau. Penyidik masih mengumpulkan alat bukti dan meminta keterangan sejumlah pihak untuk mengungkap konstruksi perkara tersebut.

Hingga Kamis, Polda Riau belum mengumumkan adanya pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Penyidikan masih berjalan untuk menentukan ada atau tidaknya pihak yang dapat dimintai pertanggungjawaban pidana berdasarkan alat bukti yang diperoleh.

Sementara itu, Ketua LSM Amatir N Pasaribu mendesak kepolisian segera menetapkan pihak yang dilaporkan sebagai tersangka apabila penyidik menilai alat bukti telah mencukupi.

LSM tersebut sebelumnya melaporkan seorang oknum camat berinisial ES dan oknum kepala desa berinisial ZO dalam perkara dugaan pungli tersebut.

“Jikalau memang alat buktinya sudah cukup, kami minta kades terlapor segera ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan,” ujar Pasaribu.

Meski telah memasuki tahap penyidikan, penetapan tersangka sepenuhnya menjadi kewenangan penyidik berdasarkan hasil pemeriksaan dan kecukupan alat bukti dalam proses hukum yang masih berlangsung. **


sumber: Beritasatu.com