PELALAWAN - Di tengah kepulan asap dan tanah yang masih hangat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Sang Saka Merah Putih tetap berkibar. Petugas gabungan tetap mengobarkan semangat Kemerdekaan RI ke-81 di Pelalawan, Riau.

Momen khidmat pengibaran Merah Putih ini berlangsung di tengah proses pemadaman karhutla di Kecamatan Kerumutan, Kapupaten Pelalawan, Senin (17/8/2026). Tanpa panggung megah atau kursi berderet, hanya barisan lurus di atas tanah yang mereka jaga.

Bukan pula di lapangan berumput hijau, sejumlah personel polisi, TNI, Manggala Agni hingga BPBD mengibarkan Merah Putih di garis depan karhutla. Tanpa iringan instrumen, para personel menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan penuh khidmat sambil menghormat kepada Sang Saka Merah Putih.

Prosesi pengibaran Merah Putih di tengah asap karhutla ini menjadi momentum untuk mengingatkan akan makna kemerdekaan yang hakiki, yakni menghirup udara sehat tanpa kepulan asap karhutla.

"Hari ini kami merayakan kemerdekaan dengan terus berjuang agar tanah ini tetap bisa dihirup anak cucu. Bagi kami, menghormati kemerdekaan artinya tetap menjaga negeri tetap utuh dan bisa diwarisi," ujar Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan.

Di tengah bangsa merayakan Hari Kemerdekaan dengan penuh suka cita, sejumlah personel gabungan justru harus berjibaku memadamkan karhutla. Tetapi bagi para 'pahlawan karhutla', kehadiran di tengah kebakaran menjadi bentuk pengabdian bagi bangsa.

"Seragam kami mungkin kotor oleh lumpur dan debu hitam sisa kebakaran, tapi semangat kami tetap bersih dan menyala seperti Merah Putih yang berkibar. Ini bentuk cinta kami pada Indonesia: hadir, setia, dan ikhlas sampai titik terakhir," imbuhnya.

Kapolda Riau memaknai definisi kemerdekaan sebagai tanggung jawab Polri adalah untuk memastikan hutan tetap hijau dan udara tetap bersih.

"Bila kemerdekaan didefinisikan sebagai tanggung jawab, maka tanggung jawab kami adalah memastikan hutan tetap hijau, udara tetap bersih, dan negeri senantiasa aman," imbuhnya.

Mengakhiri pernyataannya, Kapolda Riau menyampaikan selamat HUT ke-81 RI seraya menegaskan komitmen Polri untuk terus mengabdi kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Dengan hati ikhlas dan cinta yang tak pernah padam, kami akan terus mengabdi," pungkasnya. **


sumber: detikcom

PEKANBARU - Sebanyak 10.987 warga binaan pemasyarakatan di Provinsi Riau menerima Remisi Umum dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin 17 Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, 185 orang langsung bebas setelah mendapatkan remisi.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau, Rudi F. Sianturi mengatakan tahun ini pihaknya mengusulkan 11.078 warga binaan untuk mendapatkan remisi. Namun, remisi yang telah disetujui dan diserahkan pada peringatan kemerdekaan kali ini berjumlah 10.987 orang.

“Yang kita usulkan tahun ini sebanyak 11.078 warga binaan. Namun, yang turun dan menerima remisi hari ini sebanyak 10.987 orang. Sisanya masih menunggu karena ada kelengkapan administrasi yang perlu dipenuhi,” ujar Rudi.

Ia menjelaskan, penerima remisi langsung bebas tersebar di 16 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Lapas dan Rutan di Provinsi Riau. Selain itu, masih dimungkinkan adanya penerima remisi susulan bagi warga binaan yang persyaratannya telah terpenuhi.

Berdasarkan jenis perkara, penerima remisi terdiri dari 7.080 warga binaan kasus narkotika, 113 kasus tindak pidana korupsi, 15 kasus illegal logging, dan tujuh orang terkait kasus human trafficking. Pemberian remisi tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan dan reintegrasi warga binaan ke tengah masyarakat.

Sementara itu, Plt Gubernur Riau SF, Hariyanto mengatakan pemberian remisi merupakan bagian penting dalam proses reintegrasi sosial agar narapidana dan anak binaan dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, mandiri dan produktif.

“Selamat kepada seluruh narapidana dan anak binaan yang memperoleh remisi dan pengurangan masa pidana. Jadikan kesempatan ini sebagai motivasi untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan keterampilan, menjaga disiplin dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat,” kata SF Hariyanto.

Khusus bagi warga binaan yang langsung bebas, SF Hariyanto berpesan agar momentum tersebut dijadikan awal untuk membuka lembaran kehidupan baru. Sementara anak binaan diharapkan terus belajar, membangun cita-cita, menghormati orang tua dan guru serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang cerdas dan berkarakter.

Salah seorang penerima remisi berinisial TA menyampaikan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Riau serta jajaran pemasyarakatan yang telah memberikan pembinaan selama menjalani masa pidana.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden yang telah memberikan remisi, serta kepada Bapak Gubernur, Kanwil, Dirjen dan Kalapas Pekanbaru beserta seluruh jajaran yang telah memberikan bimbingan dan pembinaan selama saya menjalani pidana,” ungkapnya.

Pemberian remisi pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI diharapkan dapat menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus berbenah, mengikuti program pembinaan, serta mempersiapkan diri agar mampu kembali menjalani kehidupan secara positif di tengah keluarga dan masyarakat.**


sumber: RRI.CO,ID

PEKANBARU - Sejumlah pelajar sekolah dasar dari Kota Dumai mendapat pengalaman berbeda pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Kantor Gubernur Riau, Senin (17/8/2026).

Mereka adalah Polisi Cilik (Pocil) binaan Polres Dumai yang tampil di hadapan masyarakat dalam rangkaian upacara kemerdekaan. Bagi para pelajar tersebut, kesempatan itu bukan sekadar tampil di depan publik, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun disiplin dan keberanian sejak usia dini.

Salah seorang Pocil, Maudy, siswi SD Negeri 019 Pangkalan Sesai Dumai, mengaku senang mendapat kesempatan tampil di Pekanbaru. Bahkan, kunjungan tersebut menjadi pengalaman pertamanya datang ke Kantor Gubernur Riau.

“Senang sekali bisa tampil di sini, apalagi saya belum pernah datang ke Kantor Gubernur Riau. Kami hanya latihan sekitar satu minggu, tetapi tetap berusaha memberikan penampilan yang terbaik,” kata Maudy.

Meski persiapan untuk penampilan HUT RI relatif singkat, para Pocil mampu menunjukkan kekompakan dan kedisiplinan di hadapan peserta upacara serta masyarakat yang menyaksikan.

Sementara itu, Ps Kanit Kamsel Satlantas Polres Dumai, Aiptu S. Ningsih, mengatakan program Pocil telah memasuki angkatan ketiga. Pembinaan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada kemampuan baris-berbaris, tetapi juga membentuk karakter anak melalui kedisiplinan dan tanggung jawab. 

Menariknya, pembinaan tersebut telah menghasilkan prestasi. Pocil binaan Polres Dumai dari angkatan pertama hingga angkatan ketiga berhasil meraih juara pertama tingkat Polda Riau.

“Polisi Cilik ini merupakan binaan Polres Dumai dan sudah memasuki angkatan ketiga. Dari angkatan pertama sampai ketiga, alhamdulillah selalu menjadi juara satu se-Polda Riau,” ujar Ningsih.

Menurutnya, kesempatan tampil dalam peringatan HUT RI menjadi pengalaman sekaligus apresiasi bagi anak-anak yang selama ini mengikuti proses pembinaan.

Anggota Pocil berasal dari sejumlah sekolah dasar di Kota Dumai. Program tersebut dijalankan melalui kolaborasi Polres Dumai, khususnya Satlantas, dengan Dinas Pendidikan Kota Dumai.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Dumai, Mukhlis, mengatakan pihaknya mendukung pembinaan tersebut sejak proses perekrutan hingga pelatihan. Kolaborasi dilakukan agar kegiatan yang diikuti para pelajar tetap berjalan seiring dengan pendidikan mereka di sekolah.

“Kami selalu mendukung dan berkolaborasi dengan Polres Dumai, terutama Satlantas. Kami terus berdiskusi dalam merekrut dan melatih anak-anak ini. Semuanya dilakukan dengan hati yang ikhlas,” katanya.

Bagi para pelajar yang tergabung dalam Pocil, latihan dan berbagai kesempatan tampil menjadi ruang untuk belajar tampil di depan orang banyak. Mereka juga dibiasakan bekerja dalam tim, mengikuti aturan dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.

Prestasi tiga angkatan Pocil Dumai di tingkat Polda Riau menunjukkan bahwa pembinaan sejak usia sekolah dapat menjadi pintu masuk untuk menanamkan karakter disiplin sekaligus meningkatkan kepercayaan diri anak.

Penampilan pada HUT ke-81 Kemerdekaan RI pun menjadi pengalaman lain bagi mereka membawa semangat dari Dumai ke panggung peringatan kemerdekaan di tingkat Provinsi Riau. (mrc) 

ROHIL - Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Rokan Hilir berlangsung khidmat di Lapangan MTQ, Jalan Pekantoran Batu Enam, Kecamatan Bangko, Senin (17/8/2026).

Upacara dimulai sekitar pukul 07.30 WIB dan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI-Polri, pejabat pemerintahan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, veteran hingga elemen masyarakat.

Kapolres Rokan Hilir AKBP Aldi Alfa Faroqi, turut hadir dalam upacara tersebut.

Bupati Rokan Hilir Bistamam bertindak sebagai Inspektur Upacara. Turut hadir Wakil Bupati Rohil Jhony Charles, Ketua DPRD Rohil Ilhami, Dandim 0321/Rohil Letkol Inf Ricky, Kajari Rohil Firdaus, serta Ketua PN Rohil Nurmala Sinurat.

Dalam prosesi upacara, Ketua DPRD Rohil Ilhami membacakan Naskah Proklamasi.

Pengibaran Sang Merah Putih dilakukan Paskibraka Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2026 bersama Pasukan 45. Prosesi berlangsung tertib dan khidmat.

Dalam amanatnya, Bupati Rohil Bistamam mengatakan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI bukan sekadar kegiatan untuk mengenang perjuangan para pahlawan.

Menurutnya, momentum kemerdekaan harus menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk meneruskan cita-cita para pendiri negara.

"Tahun ini kita memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan tema Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur. Tema ini harus menjadi semangat bersama untuk terus membangun bangsa dan daerah," ujar Bistamam.

Usai upacara, rangkaian peringatan HUT RI dilanjutkan dengan pemberian remisi secara simbolis kepada warga binaan Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi. Sebanyak 584 warga binaan menerima Remisi Umum Tahun 2026.

Rinciannya, sebanyak 140 orang menerima remisi satu bulan, 174 orang dua bulan, 223 orang tiga bulan, 37 orang empat bulan, sembilan orang lima bulan dan satu orang memperoleh remisi enam bulan.

Selain itu, terdapat 10 orang yang menerima Remisi Khusus dan 7 warga binaan dinyatakan bebas pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Bupati Rohil berpesan kepada warga binaan yang mendapatkan remisi maupun kebebasan agar menjadikan kesempatan tersebut sebagai momentum untuk memperbaiki diri.

Ia berharap para warga binaan yang kembali ke masyarakat dapat memberikan kontribusi positif di lingkungan masing-masing.

Sementara itu, Kapolres Rohil AKBP Aldi Alfa Faroqi mengatakan peringatan HUT Kemerdekaan RI menjadi momentum untuk memperkuat persatuan sekaligus meningkatkan semangat pengabdian kepada masyarakat.

"Semangat kemerdekaan harus kita wujudkan melalui kerja nyata, menjaga persatuan, keamanan dan ketertiban, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujar Aldi.

Menurutnya, sinergitas antara Polri, TNI, pemerintah daerah dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan di Kabupaten Rokan Hilir.

"Polri bersama TNI, pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat akan terus bersinergi menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Kabupaten Rokan Hilir," katanya.

Aldi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bersama-sama menjaga seluruh rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sehingga berlangsung aman, tertib dan lancar.

Ia mengajak masyarakat menjadikan momentum kemerdekaan sebagai pengingat bahwa menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan tanggung jawab bersama.

"Mari terus bekerja, bersinergi dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, bangsa dan negara," pungkasnya**


sumber: Riau Aktual



ROHIL - Polres Rokan Hilir (Rohil) melalui Polsek Rantau Kopar bergerak cepat menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait adanya warga yang terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Polsek Rantau Kopar bersama Puskesmas Rantau Kopar melakukan fogging di Jalan Madrasah Kampung Tengah, Kepenghuluan Bagan Cempedak, Kecamatan Rantau Kopar, Kabupaten Rokan Hilir, Senin (17/8/2026).

Kapolsek Rantau Kopar Iptu Nanang Parinduri, turun langsung bersama Kepala Puskesmas Rantau Kopar Ns. Endang Primawati, tim kesehatan, ketua RT, tokoh masyarakat serta personel Polsek Rantau Kopar.

Fogging dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk membasmi nyamuk dewasa pembawa virus dengue, terutama Aedes aegypti, yang menjadi salah satu vektor utama penularan DBD.

Selain membunuh nyamuk dewasa, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membantu memutus rantai penularan di lokasi yang telah ditemukan kasus.

Petugas menyasar lingkungan permukiman warga, termasuk area rumah dan saluran air yang sulit dibersihkan secara rutin.

Kapolres Rokan Hilir AKBP Aldi Alfa Faroqi, melalui Kapolsek Rantau Kopar Iptu Nanang Parinduri mengatakan, langkah tersebut merupakan bentuk respons kepolisian terhadap kebutuhan masyarakat.

"Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga harus responsif terhadap keluhan dan kebutuhan masyarakat. Fogging ini merupakan langkah bersama untuk mencegah penyebaran DBD dan melindungi masyarakat," ujar Nanang.

Meski fogging dilakukan, Nanang mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mengandalkan penyemprotan untuk mencegah DBD.

Menurutnya, upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) harus dilakukan secara rutin oleh masyarakat.

"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, menguras tempat penampungan air, menutup wadah yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, serta membersihkan lingkungan secara rutin," katanya.

Ia menekankan, pencegahan DBD membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.

"Sinergi antara kepolisian, tenaga kesehatan, pemerintah setempat dan masyarakat diharapkan dapat mencegah penyebaran kasus sekaligus menciptakan lingkungan permukiman yang lebih sehat," tutupnya.**


sumber:Riau Aktual

DUMAI — Tim SAR Gabungan menemukan dua korban kecelakaan kapal pekerja migran yang tenggelam di perairan Pulau Rupat, Kota Dumai. Hingga pencarian hari ketiga, dua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih dalam pencarian.

Kecelakaan terjadi pada jumat (14/8/2026). Kapal pekerja migran rute Rupat–Malaysia menggunakan speed boat dua mesin terbalik setelah diterjang hujan lebat, angin kencang dan badai di sekitar perairan Pulau Rupat.

Pada Senin (17/8/2026), Tim SAR Gabungan melaksanakan pencarian dengan memperluas area operasi menjadi 291 Nm² dengan track spacing 0,5 Nm. Korban pertama ditemukan meninggal dunia, mengapung dengan Jarak 2,5 Nm dari lokasi kejadian.

Selanjutnya, korban kedua ditemukan mengapung dalam kondisi meninggal dunia dengan jarak 11,6 Nm dari lokasi kejadian.

Kedua korban kemudian dievakuasi menuju Pelabuhan Wilmar Dumai dan diserahkan kepada tim Inafis untuk proses identifikasi.

Kepala Kantor SAR Pekanbaru, Budi Cahyadi, mengatakan operasi SAR akan terus dilanjutkan untuk mencari satu korban yang masih dinyatakan hilang. unsur SAR gabungan dan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel di lapangan.

“Dari data sementara, sebanyak 22 orang tercatat dalam daftar korban, dengan 19 orang selamat, dua orang ditemukan meninggal dunia, dan satu orang masih dalam pencarian,” ujarnya.**