PEKANBARU - Dinas Kesehatan (Diskes) provinsi Riau mencatat terjadi peningkatan penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), selama kurun waktu bulan Agustus dan September. Selama dua bulan tersebut, penderita ISPA di Riau tercatat sebanyak 10.783 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Zulkifli mengatakan, terjadinya peningkatan kasus penderita ISPA di Riau tersebut diduga akibat kabut asap yang melanda Riau karena Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). 

“Total penderita ISPA di Riau selama periode Agustus hingga awal September tercatat sebanyak 10.783 kasus,” katanya.

Dari total keseluruhan penderita, korban teridentifikasi terdiri dari 5.321 pasien laki-laki dan 5.462 pasien perempuan. Kondisi ini makin mengkhawatirkan lantaran ribuan anak-anak dan balita menjadi kelompok paling terdampak. 

Dari data menunjukkan sebanyak 1.937 balita usia 0–5 tahun terdeteksi terserang ISPA, dengan rincian 1.162 anak laki-laki dan 775 anak perempuan. Tak hanya balita, kelompok anak usia sekolah 5–9 tahun yang terjangkit ISPA juga mencapai 1.844 jiwa, terdiri dari 989 anak laki-laki dan 855 anak perempuan.

Meski terjadi lonjakan signifikan, Zulkifli mengklaim fasilitas kesehatan di daerah terdampak masih sanggup menampung dan melayani para pasien secara maksimal.

Guna menekan dampak buruk ledakan ISPA, Dinkes Riau mengklaim terus menggalakkan pembagian masker gratis dan kampanye edukasi kesehatan ke masyarakat.

“Pemerintah daerah juga menyalurkan makanan tambahan bagi ibu hamil serta balita terdampak, sembari menyiagakan oksigen konsentrator di Puskesmas. Tim Medis Darurat (Emergency Medical Team) di setiap Puskesmas telah diaktifkan penuh untuk mengantisipasi gejolak lonjakan pasien secara mendadak,” sebutnya.

Khusus di tingkat provinsi, Dinkes Riau mendirikan tenda posko darurat yang dilengkapi rumah oksigen dan tempat tidur medis untuk penanganan kritis. Langkah darurat ini juga melibatkan akademisi perguruan tinggi serta organisasi profesi kesehatan untuk mendistribusikan masker kepada para pengguna jalan.

Kemudian juga, pihaknya mengimbau untuk meningkatkan deteksi dini dengan mendorong masyarakat yang mengalami gejala untuk segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

"Kita juga mendorong peningkatan peran serta masyarakat dalam menanggulangi dampak kesehatan yang diakibatkan polusi udara melalui penerapan protokol kesehatan, khususnya terhadap populasi rentan seperti anak, ibu hamil, orang dengan komorbid atau penyakit penyerta, dan lanjut usia," katanya.

Selain itu juga perlu tindakan memastikan ketersediaan masker dalam melindungi diri dari polusi udara, khususnya masker yang dapat menyaring polusi udara.

"Tenaga kesehatan kita di Faskes kita minta untuk segera melaporkan dan memantau kasus kejadian penyakit yang diakibatkan oleh asap seperti ISPA, iritasi mata, pneumonia, iritasi kulit dan asma ke Dinas Kesehatan Kabupaten Kota," tutupnya.**


sumber: MC Riau

DUMAI - Tanoto Foundation bersama Pemko Dumai melalui Bappeda Dumai menggelar workshop pengasuhan dan stimulasi dini, Selasa 8 September di Gedung Sri Bunga Tanjung - Kota Dumai (Pendopo Kota Dumai). Workshop yang dilaksanakan dalam rangka "Memperkuat Pengasuhan dan Stimulasi Dini pada 1000 HPK sebagai Fondasi SDM Unggul Kota Dumai Menuju Indonesia Emas 2045".

Workshop dibuka oleh Walikota Dumai diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdako Dumai, Muhammad Yunus. Saat menyampaikan sambutan, Yunus menyampaikan terimakasih kepada Tanoto Foundation dalam rangka tumbuh kembang anak di Dumai yang dilakukan untuk Menyongsong Indonesia Emas 2045.

"Sesuai dengan harapan kita melalui workshop ini tentu kita berharap nanti ada inovasi dan kreativitas yang nanti kita dengarkan bersama-sama yang

akan kita bagikan kepada keluarga kita untuk mewujudkan generasi emas," katanya.

Diakui, saat ini pengembangan anak usia dini adalah isu prioritas strategis, maka perlu dorong semua pihak.

Sementara Regional Lead Tanoto Foundation, Dendi Satria Utama menjelaskan bahwa workshop didasari bahwa asesmen awal menunjukkan Kota Dumai memiliki komitmen politik pada RPJMD 2025-2029 melalui arah kebijakan terkait pengasuhan dan stimulasi dini, namun memerlukan penguatan kapasitas lintas OPD dan penyelarasan regulasi dengan UU No. 4 Tahun 2024 (ΚΙΑ), sehingga pihaknya turut memberikan dukungan.

"Data menunjukkan ada 31.187 anak usia dini yang ada di Kota Dumai, bisa dibayangkan kalau ini difasilitasi semua pengasuhan dan simulasi, maka anak-anak ini tumbuh kembang optimal, maka banyak bonus demografi yang akan dipetik oleh kota Dumai," kata Dendi.

Workshop berlangsung sehari bertujuan meningkatkan kesadaran, membuka peluang inovasi kebijakan, dan mendapatkan data dan informasi terkait Pengembangan Anak Usia Dini di Kota Dumai, melibatkan OPD strategis dan semua pihak terkait.

Workshop diharapkan menghasilkan asistensi teknis penyusunan pokok pikiran dan Draft Ranperwako pada September - Oktober 2026.

Talkshow menghadirkan narasumber dari Kemendagri, Bunda PAUD Dumai, Tim Ahli (Direktur Pusat Kajian SDGs UIR), DR Azharuddin M Amin serta dari Tanoto Foundation.

Peserta Workshop terdiri dari Bunda PAUD dan TP-PKK Kec dan Kelurahan se Dumai, OPD Pengampu, LAMR, HIMPAUDI, IGTK, PP PAUD, IGRA, MKKS PAUD/RA, IBI, IDAI, PERSAGI, Pokja PAUD, KUA, Kepala Puskesmas se Dumai dan organisasi lainnya.

Workshop juga turut didukung Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinas Perlindungan Penduduk dan Keluarga Berencana Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Pendidikan serta Kemenag Dumai.**

DUMAI, 8 September 2026 – Komitmen PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Dumai dalam mendukung percepatan dekarbonisasi dan transisi energi nasional kembali memperoleh pengakuan di tingkat nasional. Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai berhasil meraih Juara 1 Kategori On-Grid Self Consumption dalam ajang Apresiasi Energi Baru dan Terbarukan (AEBT) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di JIEXPO Convention Centre, Jakarta, Kamis (3/9).

Penghargaan bergengsi tersebut diraih melalui karya inovasi berjudul “Transformasi Kawasan Hunian Rendah Karbon melalui Implementasi PLTS 3,77 MWp sebagai Akselerator Dekarbonisasi dan Transisi Energi Berkelanjutan di PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai.”

Karya yang mengantarkan Kilang Dumai meraih prestasi tertinggi tersebut disusun oleh tim Fungsi Engineering & Development yang terdiri dari Ervandy Haryoprawironoto, Saeful Sampe, dan Nobal Ardhinata. Melalui proposal tersebut, tim mengangkat implementasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di kawasan hunian Kilang Pertamina Dumai sebagai langkah nyata dalam mewujudkan kawasan rendah karbon sekaligus mendukung agenda transisi energi yang berkelanjutan.

Capaian ini mencerminkan konsistensi Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai dalam mengintegrasikan pemanfaatan energi baru terbarukan ke dalam operasional perusahaan. Implementasi PLTS berkapasitas 3,77 MWp tidak hanya berkontribusi terhadap penurunan emisi karbon, tetapi juga mendukung peningkatan efisiensi energi, keandalan operasional, serta penciptaan nilai tambah yang berkelanjutan bagi perusahaan.

Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Iwan Kurniawan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh Perwira yang telah berkontribusi dalam pencapaian tersebut. 

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh Perwira Kilang Dumai dan Kilang Sungai Pakning yang telah menunjukkan dedikasi, kreativitas, dan kontribusi terbaiknya dalam menghadirkan inovasi yang memberikan nilai tambah bagi operasional sekaligus mendukung keberlanjutan perusahaan. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa semangat inovasi dan kolaborasi telah tumbuh menjadi budaya kerja di lingkungan Kilang Dumai. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian ESDM atas penghargaan yang diberikan kepada PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai," ujar Iwan.

Menurutnya, penghargaan ini semakin memperkuat posisi Kilang Dumai sebagai bagian dari perusahaan energi yang aktif mengintegrasikan pemanfaatan energi terbarukan dalam operasional, sekaligus mendukung agenda dekarbonisasi nasional dan pencapaian target Net Zero Emission (NZE) 2060 atau lebih cepat.

Program PLTS 3,77 MWp sendiri dikembangkan melalui kolaborasi antara PT Pertamina Patra Niaga RU Dumai dan PT Pertamina New & Renewable Energy (PNRE). Sinergi tersebut mencerminkan komitmen dan kolaborasi kuat di lingkungan Pertamina Group dalam menghadirkan solusi energi bersih yang andal, efisien, serta memberikan manfaat lingkungan dan bisnis secara berkelanjutan.

Melalui skema on-grid self consumption, energi listrik yang dihasilkan PLTS dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik internal perusahaan. Skema ini memungkinkan optimalisasi pemanfaatan energi surya sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi berbasis fosil. Implementasi tersebut menjadi salah satu langkah konkret Kilang Dumai dalam mempercepat pengurangan emisi karbon melalui penggunaan energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan.

Keberhasilan meraih Juara 1 AEBT 2026 juga menunjukkan bahwa upaya dekarbonisasi dapat berjalan selaras dengan kebutuhan perusahaan dalam menjaga keandalan dan keberlanjutan operasi. Transformasi energi yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada manfaat lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan efisiensi dan nilai ekonomi yang mendukung daya saing perusahaan.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Tengku Muhammad Rum, menambahkan bahwa penghargaan tersebut menjadi pemacu semangat bagi perusahaan untuk terus menghadirkan inovasi berkelanjutan.

"Penghargaan ini menjadi momentum bagi Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai untuk terus memperkuat budaya inovasi dan memperluas implementasi solusi energi rendah karbon. Kolaborasi lintas fungsi serta sinergi antar entitas di lingkungan Pertamina Group menjadi salah satu kunci dalam mempercepat berbagai inisiatif energi bersih yang memberikan manfaat nyata bagi perusahaan maupun lingkungan," ujar Muhammad Rum.

Raihan tersebut semakin mempertegas peran Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai sebagai salah satu motor penggerak transformasi energi berkelanjutan di Indonesia melalui integrasi aspek dekarbonisasi, efisiensi energi, keandalan operasional, dan penciptaan nilai dalam satu program yang terukur.

Melalui keberhasilan implementasi PLTS 3,77 MWp dan pencapaian Juara 1 AEBT 2026, Pertamina Patra Niaga RU Dumai menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan bisnis. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan serta replikasi pemanfaatan energi terbarukan yang lebih luas, sekaligus mendukung perjalanan Pertamina menuju operasi yang semakin rendah karbon dan berkelanjutan.**

JAKARTA - Video yang memperlihatkan air laut surut di pesisir dekat Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, viral di media sosial. BMKG menjelaskan surutnya air laut tersebut tak berarti tanda tsunami datang.

Yang dilihat di medsos akun Threads @topan_desmon membagikan video Senin (7/9/2026), kondisi pesisir yang disebut dekat Gunung Anak Krakatau pada Minggu (6/9). Pesisir tersebut terlihat surut hingga seperti area pantai.

Kepala BMKG Wilayah II, Hartanto, mengatakan pihaknya belum menemukan bukti bahwa surutnya air laut tersebut berkaitan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Hartanto mengatakan, per Minggu (6/9), kondisi perairan di Selat Sunda masih normal.

"BMKG melaporkan bahwa hingga 6 September 2026 pukul 07.30 WIB, pemantauan 20 tide gauge di sekitar Selat Sunda menunjukkan muka laut masih mengikuti pola pasang-surut astronomis normal," ujar Hartanto, Senin (7/9).

Hartanto mengatakan jaringan seismik juga tidak mendeteksi adanya sinyal longsoran besar pada tubuh gunung, perpindahan massa bawah laut, ataupun gempa tektonik yang dapat memicu tsunami.

"Karena itu, saat laporan tersebut diterbitkan, tidak terdapat ancaman tsunami akibat erupsi Anak Krakatau. Laporan resmi pemantauan multisensor BMKG," ucapnya.

Meski begitu, Hartanto mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Menurut dia, apabila air laut tiba-tiba surut dengan cepat dan tidak sesuai dengan pola pasang-surut, terlebih jika disertai suara gemuruh kuat atau muncul gelombang yang tidak biasa, masyarakat diminta segera menjauh dari pantai.

"Segera menjauh dari pantai menuju tempat tinggi dan ikuti informasi BMKG, PVMBG, serta BPBD. Jadi, unggahan tersebut sebaiknya diperlakukan sebagai rekaman kondisi lokal, bukan bukti tsunami Anak Krakatau," katanya. **


sumber: detikcom


PEKANBARU - Hampir 5.000 penumpang di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru terdampak pembatalan penerbangan menyusul erupsi Anak Gunung Krakatau. Hingga Senin (7/9/2026), tercatat sebanyak 30 penerbangan dari dan menuju Bandara SSK II Pekanbaru dibatalkan.

Pembatalan tersebut mencakup penerbangan yang dijadwalkan hingga pukul 18.00 WIB sesuai NOTAM (Notice to Airmen) yang diterima pihak bandara.

PGS General Manager Bandara Internasional SSK II Pekanbaru, Imamura Ginting, mengatakan angka hampir 5.000 penumpang tersebut merupakan perkiraan berdasarkan laporan dari seluruh maskapai yang beroperasi di bandara.

"Jadi dapat kami laporkan dari Bandara SSK II Pekanbaru, hari ini tanggal 7 September 2026 sampai dengan siang ini penerbangan yang sudah kami dapatkan laporan dari seluruh maskapai ada 30 penerbangan yang di-cancel sampai dengan pukul 18.00 WIB sesuai dengan NOTAM yang disampaikan," ujar Imamura, Senin (7/9/2026).

Dari 30 penerbangan yang dibatalkan, sebanyak 15 merupakan jadwal keberangkatan dari Pekanbaru menuju Jakarta. Sedangkan 15 lainnya adalah penerbangan dari Jakarta yang seharusnya tiba di Bandara SSK II Pekanbaru.

"Dari 30 penerbangan itu, 15 yang akan berangkat ke Jakarta dan 15 yang rencananya akan tiba di Bandara SSK II Pekanbaru. Dari 30 penerbangan itu, perkiraan kami sesuai dengan laporan dari para maskapai, ada hampir 5.000 pax yang terimbas akibat pembatalan penerbangan tersebut," jelasnya.

Besarnya jumlah penumpang yang terdampak membuat pergerakan pesawat di Bandara SSK II Pekanbaru ikut mengalami penurunan. Kendati demikian, aktivitas penerbangan tidak sepenuhnya terhenti.

Sejumlah rute di luar jalur terdampak masih tetap beroperasi, di antaranya penerbangan dari Pekanbaru menuju Kuala Lumpur, Batam, Kualanamu dan Gunung Sitoli.

"Ya, pastinya dampaknya pergerakan pesawat juga berkurang karena ada 30 penerbangan yang dibatalkan. Namun, dari Bandara SSK II sendiri, kita masih ada penerbangan menuju Kuala Lumpur, Batam, Kualanamu, dan Gunung Sitoli," katanya.

Imamura menegaskan, berdasarkan NOTAM yang diterima, pembatalan terutama terjadi pada penerbangan yang mengarah ke Pulau Jawa.

"Jadi, penerbangan yang dibatalkan hanya ke arah Jawa nya, sesuai dengan NOTAM yang disampaikan kepada kita,” ujarnya.

Jika dibandingkan dengan keseluruhan jumlah penumpang yang melakukan perjalanan dari Bandara SSK II Pekanbaru, Imamura memperkirakan sekitar 70 persen ikut terdampak pembatalan. Sementara 30 persen lainnya masih dapat bepergian melalui rute yang tetap beroperasi.

"Kalau dari total jumlah penumpang pastinya lebih banyak yang menuju ke Jakarta atau ke Halim dibandingkan yang tadi kami sebutkan seperti Batam, Kuala Lumpur, Singapura ataupun Kualanamu. Itu bisa dibilang 30 persen yang tidak terdampak dan 70 persen yang terdampak akibat pembatalan," jelasnya.

Untuk mengantisipasi kebingungan penumpang, pihak maskapai telah menyampaikan informasi pembatalan melalui berbagai saluran komunikasi.

"Kalau untuk hal tersebut, menurut kami pihak maskapai sudah mem-blasting bahwasannya ada pembatalan untuk penerbangan kemarin dan hari ini," katanya.

Di Bandara SSK II, sejumlah penumpang yang terdampak pembatalan juga terlihat mendatangi konter layanan maskapai. Mereka mengurus pengembalian tiket atau memilih menjadwalkan ulang perjalanan.

"Kami lihat juga beberapa penumpang yang batal hari ini itu melapor kepada pihak maskapai untuk melakukan refund ataupun melakukan reschedule penerbangannya," ungkap Imamura.

Untuk penumpang yang memilih refund, maskapai memberikan kebijakan pembebasan biaya berdasarkan informasi yang diterima pihak bandara.

"Kami dapatkan informasi bahwasannya pihak maskapai membebaskan, artinya tidak ada kena biaya untuk refund terhadap tiket tersebut," ujarnya.

Sedangkan penumpang yang memilih reschedule dapat mengatur kembali perjalanan sesuai jadwal yang tersedia. Penjadwalan ulang bergantung pada ketersediaan kursi pada tanggal yang dipilih.

"Kalau reschedule berdasarkan jumlah seat yang tersedia di jadwal ataupun tanggal yang diminta oleh para penumpang," pungkasnya. **


sumber: MC Riau

PEKANBARU - APICAL berkolaborasi bersama Wardah, dan Perhimpunan Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi dan Estetika Indonesia (Perdoski) Pekanbaru, menghadirkan event "Pekanbaru Skin Defense, Menjaga Kulit di Cuaca Ekstrem dan Polusi," yang digelar di Grand Elite Hotel, Jalan Riau, Sabtu 5 September 2026.

Event ini digelar sebagai bentuk kepedulian APICAL Group dan kolaborator lainnya untuk menjaga kesehatan kulit masyarakat dalam kondisi cuaca ekstrem dan polusi asap yang disebabkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Head of Corporate Communications Apical Group Prama Yudha Amdan mengatakan, APICAL merupakan satu perusahaan pengelola, pemroses, dan pengekspor minyak sawit (CPO) beserta produk turunannya, termasuk turunan untuk bahan baku skincare, yang terbesar di Indonesia.

"APICAL ada dimana-mana, di skincare yang kita pakai, bahan dapur, tranportasi, pakan ternak dan sebagainya," ujarnya.

la menjelaskan, APICAL selalu peduli untuk memberikan yang terbaik melalui produk-produk yang dihasilkannya. Termasuk menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat.

"Kami selalu peduli untuk memberikan yang terbaik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Perlu diketahui, sejak tahun 1994, APICAL telah berkomitmen untuk tidak menjalin kerjasama dengan perkebunan yang membakar lahan untuk menanam sawitnya," tegasnya.

la berharap kolaborasi bersama Wardah dan Perdoski ini dapat menjadi momen bagi masyarakat untuk berbagi wawasan mengenai perawatan kulit hingga pemilihan produk yang tepat.

"Melalui event ini, masyarakat juga bisa mendengarkan langsung pemaparan perawatan kulit dan produk-produk kecantikan terbaik, dan kandungan dari produk kecantikan yang kita gunakan, serta berkonsultasi dengan pakarnya," jelasnya. 

Event ini menghadirkan langsung Head of Corporate Communications Apical Group Prama Yudha Amdan, Area Business Lead Pekanbaru Rifqi Suhandri Hutasuhut, Ketua bidang III Pengabdian Masyarakat Perdoski Pekanbaru dr. Puridelko Kampar, Sp.DVE, FINSDV. 

Event ini disponsori oleh APICAL, Perdoski (Perhimpunan Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi dan Estetika Indonesia) Pekanbaru, BRK Syariah, Wardah, Khaf, BNI, APGWI (APG Westkampar Indonesia), Bumi Siak Pusako (BSP), PTPN V, SKK Migas, Pemko Pekanbaru, RAPP, Riau Petroleum, dan Polda Riau. 

Sementara itu, penyelenggaraan acara ini diinisiasi juga oleh Riau Online, dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-11 Riau Online berkarya melayani masyarakat. 

CEO Riau Online Fachrurradzi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada APICAL, Wardah dan Perdoski yang telah berpartisipasi untuk memberikan pemaparan mengenai perawatan kulit bagi masyarakat di tengah cuaca ekstrem dan polusi asap Karhutla. 

Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada seluruh sponsorship yang telah mendukung, serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam event Pekanbaru Skin Defense. **