ROHIL - Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) resmi mengukir sejarah baru dalam dunia seni budaya internasional. Pertunjukan kolosal Tari Sapin Bagan Massal yang melibatkan 7.750 peserta perempuan sukses mencatatkan namanya di Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Capaian ini diraih sebagai tarian Sapin dengan jumlah penari perempuan terbanyak di dunia. 

Acara spektakuler yang digelar di Bagansiapiapi ini merupakan buah kerja keras dan kolaborasi apik antara Forum Tari Rokan Hilir dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Rokan Hilir. Keberhasilan pemecahan rekor dunia ini terasa semakin istimewa karena diselenggarakan secara swadaya tanpa menggunakan dana APBD. 

Selain Bupati Rohil H. Bistamam, acara ini turut dihadiri Dandim 0321/Rohil Letkol Inf Diki Apriyadi, S.Hub.In, Kajari Rohil Firdaus, S.H., M.Hum., M.M., M.I.Kom, Danyon B Pelopor Sat Brimob Manggala Junction Rokan Hilir AKBP Efadhoni Lilik Pamungkas, S.H., S.I.K., M.Tr.Mil, Dan POS AL Bagansiapiapi Kapten Laut (P) M. Muda Harahap, S.H., Polsek Bangko diwakili Kanit Lantas IPDA Anwar, Anggota DPRD Rohil Jasmadi Kori, Sekda Rohil Fauzi Efrizal, Ketua TP PKK Rohil Tatik Sri Rahayu Bistamam, Kepala OPD Se-Rohil, serta sejumlah pejabat vertikal Rokan Hilir. 

Bupati Rokan Hilir, H. Bistamam, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, organisasi, serta elemen masyarakat atas kesuksesan luar biasa ini. 

"Alhamdulillah, kita telah mendapat juara dunia tari Sapin dengan jumlah peserta perempuan terbanyak, yakni 7.750 orang. Menurut penilaian yang dilakukan, kita berhasil meraih Rekor MURI Dunia, bukan hanya nasional," ujar Bupati H. Bistamam dengan bangga saat memberikan keterangan resmi di Bagansiapiapi. 

Bupati menambahkan bahwa pencapaian ini adalah milik seluruh masyarakat Rokan Hilir yang bersatu padu memberikan dukungan penuh. 

"Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih. Mudah-mudahan ini menjadi rahmat dari Allah SWT dan membawa kemajuan bagi Kabupaten Rokan Hilir ke depannya," tambahnya. 

Meskipun waktu persiapan tergolong singkat, H. Bistamam menekankan bahwa semangat gotong royong dan kekompakan menjadi kunci utama kesuksesan pagelaran ini. 

Ia juga berpesan agar momentum ini dijadikan pemantik bagi generasi muda untuk terus mencintai identitas lokal. Tari Sapin Bagan sendiri diketahui merupakan salah satu aset budaya berharga yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia. 

"Mari kita terus menjaga, mencintai, dan melestarikan budaya yang kita miliki agar tetap hidup dan dikenal hingga ke tingkat dunia," pungkas H. Bistamam. 

Pada kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Kabupaten Rokan Hilir, Tatik Sri Rahayu Bistamam, turut menyampaikan rasa haru dan bangganya atas keterlibatan masif kaum perempuan dalam pergelaran ini. 

"Saya merasa sangat haru sekaligus bangga melihat antusiasme luar biasa dari ribuan kaum perempuan di Rokan Hilir. Kehadiran 7.750 penari perempuan yang bersatu dalam satu gerak tarian hari ini bukan sekadar mengejar rekor, melainkan bukti nyata komitmen dan cinta mendalam masyarakat pesisir Melayu dalam menjaga warisan leluhur agar tidak lekang oleh zaman," ungkap Tatik Sri Rahayu. 

Ia juga menegaskan bahwa TP PKK Rohil akan terus bergerak aktif dalam mendukung pelestarian seni dan kebudayaan daerah melalui pemberdayaan perempuan. 

"Kami berharap pagelaran kolosal ini mampu menjadi inspirasi global dalam pelestarian seni tradisional. Perempuan Rokan Hilir telah membuktikan bahwa mereka adalah pilar penting dalam mempertahankan akar budaya bangsa di tengah era modernisasi," tutupnya penuh semangat.**


SUMBER: Diskominfotiks

Share To:
Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Redaksi

Post A Comment: