Articles by "Pendidikan"
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan


PEKANBARU (CNC) - Kabar gembira khusus untuk mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR) semester 5 dan seterusnya, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memberikan peluang kepada mahasiswa tersebut untuk dapat mengajukan pendaftaran beasiswa Cendekia Baznas.
Peluang tersebut terbuka untuk mahasiswa UIR dari semua Program Studi (Prodi) Sarjana, keterangan ini disampaikan oleh Sekretaris Unit Pengumpul Zakat (UPZ) UIR Assoc. Prof. Dr. Anton Afrizal Candra, M.Si kepada tim humas UIR pada Kamis, (09/09/2026). Menurutnya beasiswa ini bertujuan untuk mendukung keberlanjutan pendidikan tinggi serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Adapun syarat dan ketentuan peserta yang harus dipenuhi yaitu :
  1. Warga Negara Indonesia (WNI)
  2. Mahasiswa S1/D4 Semester 5
  3. ⁠IPK minimal 3,00 (skala 4,00) yang ditunjukkan dengan Kartu Hasil Studi (KHS) Semester 4 atau terakhir
  4. ⁠Berasal dari jurusan bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), serta dari program studi Social, Humanities, Art for People, Religious Studies, Economics (SHAPRSE)
  5. ⁠Memenuhi salah satu kategori khusus : kategori prestasi, kategori aktivis, atau kategori khusus disabilitas.
Sedangkan dokumen atau berkas persyaratan yang harus disiapkan yaitu :
  1. Pasfoto terbaru/berwarna
  2. ⁠KTP dan Kartu Keluarga
  3. ⁠Transkrip nilai IPK terakhir
  4. ⁠Surat rekomendasi dari tokoh masyarakat ATAU Surat rekomendasi dari BAZNAS Kabupaten/Kota (pilih salah satu)
  5. ⁠Surat pernyataan
  6. ⁠Melengkapi Akad Penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS
  7. ⁠Membuat esai dengan tema Menjadi Generasi Zakat yang Berdampak dan Berkelanjutan. (hms/smh)
Berikut daftar tautan yang dapat diakses oleh mahasiswa jika berminat mendaftarkan diri.

JAKARTA - Apical melalui unit operasionalnya, PT Asianagro Agungjaya (AAJ), kembali menggelar Gebyar Literasi bersama SDN 02 Marunda Pagi, Jakarta Utara, pada 27 Agustus 2026.

Program yang telah berjalan sejak 2024 ini menjadi bagian dari upaya Apical untuk mendorong budaya membaca dan menulis sekaligus memberikan ruang bagi siswa, guru, tenaga kependidikan, dan orang tua untuk mengembangkan kreativitas melalui literasi.

Gebyar Literasi melibatkan berbagai elemen di lingkungan sekolah. Siswa kelas 1 mengikuti lomba bercerita, sementara siswa kelas 2 hingga kelas 6 mengikuti lomba menulis cerita digital. Kompetisi menulis cerita digital juga diikuti oleh guru, tenaga kependidikan, serta orang tua dan wali siswa.

CSR Manager Apical, Sugiantoro, mengatakan kemampuan membaca, menulis, dan menuangkan gagasan menjadi semakin relevan di tengah perkembangan teknologi digital.

Menurutnya, Gebyar Literasi diharapkan dapat memberikan ruang bagi siswa, guru, dan orang tua untuk terus mengembangkan kemampuan serta kreativitas melalui kegiatan membaca dan menulis.

"Meningkatkan minat baca merupakan salah satu hal penting di era digitalisasi untuk menjaga ruang bagi kebebasan berpikir dan berkarya," ujar Sugiantoro, Rabu (2/8/2026).

Gebyar Literasi merupakan salah satu program Community Development Apical di Marunda yang telah dilaksanakan sejak 2024. SDN 02 Marunda Pagi dipilih karena berada di sekitar wilayah operasional perusahaan. Melalui program yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Apical berupaya membangun kolaborasi dengan sekolah dan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.

Selain kompetisi literasi, tahun ini Apical juga memberikan dukungan fasilitas berupa satu unit mesin laminasi beserta kertas pendukung kepada SDN 02 Marunda Pagi.

Dukungan tersebut melanjutkan sejumlah fasilitas yang telah diberikan dalam pelaksanaan program sebelumnya, termasuk perlengkapan sekolah dan fasilitas pojok baca.

Pihak SDN 02 Marunda Pagi menyambut baik keberlanjutan program tersebut. Menurut pihak sekolah, Gebyar Literasi tidak hanya memberikan ruang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas, tetapi juga melibatkan guru, tenaga kependidikan, serta orang tua dalam membangun aktivitas literasi di lingkungan sekolah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Pengawas Sekolah Dasar Agustina serta Kepala Satuan Pelaksana Pendidikan Kecamatan Cilincing Sahri. Kehadiran berbagai pihak menjadi bagian dari kolaborasi antara perusahaan, sekolah, dan pemangku kepentingan setempat dalam mendukung pengembangan pendidikan di lingkungan Marunda.

Pada Gebyar Literasi tahun ini, penghargaan diberikan kepada para pemenang dari delapan kategori yang mencakup siswa kelas 1 hingga kelas 6, guru dan tenaga kependidikan, serta orang tua/wali. Karya yang dihasilkan mengangkat beragam cerita, mulai dari persahabatan, keluarga, dan kehidupan sekolah hingga pengalaman yang dekat dengan keseharian para peserta.

Melalui Gebyar Literasi, Apical berupaya agar dukungan terhadap pendidikan tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan fasilitas, tetapi juga melalui kegiatan yang mendorong partisipasi dan kreativitas komunitas sekolah. Program ini direncanakan kembali dilanjutkan pada 2027 sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya. **



PEKANBARU - Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan (Plt Kadisdik) Kota Pekanbaru, Abdul Jamal, mengatakan Pemko Pekanbaru menyiapkan dana operasional (OP) sebesar Rp2 miliar melalui APBD murni 2026.

Anggaran tersebut dibagi masing-masing Rp1 miliar untuk sekolah dasar (SD) negeri dan Rp1 miliar untuk sekolah menengah pertama (SMP) negeri.

"Kami sekarang ini sudah menyiapkan dana OP. OP ini ada Rp1 miliar untuk SD dan Rp1 miliar untuk SMP," kata Abdul Jamal, Jumat (4/9/2026).

Menurut Jamal, dana tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan sekolah yang bersifat mendesak dan membutuhkan penanganan cepat.

"Dana ini untuk keperluan mendesak saja," ujarnya.

Ia menjelaskan, dana operasional memungkinkan sekolah menangani kebutuhan prioritas tanpa harus menunggu proses penganggaran pada tahun berikutnya.

"Kalau dana OP, ada yang bersifat prioritas, itu kita bisa langsung (kerjakan)," ucapnya.

Jamal menambahkan, Pemko Pekanbaru akan berupaya mempertahankan alokasi dana operasional sekolah pada tahun-tahun berikutnya. Dinas Pendidikan akan kembali mengusulkan anggaran tersebut dalam APBD. 

Jika dana OP Rp2 miliar yang dialokasikan melalui APBD murni 2026 telah terserap, pihaknya akan mengusulkan tambahan anggaran melalui APBD Perubahan 2026.

"Kalau ini (OP Rp2 miliar di APBD murni 2026) nanti habis, kita minta lagi dana OP-nya untuk sekolah-sekolah kepada Pak Wali di APBD perubahan," pungkasnya. **


sumber: CAKAPLAH

PEKANBARU - Kantor Wilayah Kementerian Hukum Riau turut memperkuat hubungan kemitraan dengan Politeknik Caltex Riau (PCR) melalui kehadiran dalam PCR Partners Gathering 2026 yang digelar di Auditorium Politeknik Caltex Riau, Rabu (26/8/2026). Kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus membangun komunikasi dan sinergi antara PCR dengan para mitra dari berbagai sektor.

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 13.00 WIB tersebut dihadiri pimpinan dan perwakilan mitra PCR, jajaran Politeknik Caltex Riau, Bidang Kerja Sama PCR, serta undangan lainnya. Kantor Wilayah Kementerian Hukum Riau turut berpartisipasi melalui Eva Lusiana I.S., Analis Kekayaan Intelektual Ahli Madya, dan Fitre Nesi Syanur, Analis Kekayaan Intelektual Ahli Pertama.

Kehadiran jajaran Kemenkum Riau merupakan bagian dari komitmen Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Riau, Rudy Hendra Pakpahan, dalam memperkuat jejaring dan kolaborasi dengan perguruan tinggi. Sinergi tersebut dinilai penting untuk mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mendorong pemanfaatan Kekayaan Intelektual sebagai bagian dari pengembangan inovasi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, dan sambutan Direktur Politeknik Caltex Riau. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan perwakilan industri serta penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) maupun Memorandum of Agreement (MoA) antara PCR dengan sejumlah mitra sebagai bentuk penguatan komitmen kerja sama secara berkelanjutan.

Selanjutnya, Bidang Kerja Sama Politeknik Caltex Riau memaparkan berbagai program kerja sama yang dapat dikembangkan bersama para mitra. Sesi diskusi turut membuka ruang pertukaran informasi, penyampaian masukan, serta identifikasi peluang kolaborasi baru yang dapat memberikan manfaat bagi institusi pendidikan maupun para pemangku kepentingan.

Dalam kesempatan tersebut, Politeknik Caltex Riau juga menyerahkan penghargaan kepada Kementerian Hukum Riau sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan kontribusi yang telah diberikan terhadap pengembangan institusi. Apresiasi tersebut menjadi momentum untuk semakin mempererat hubungan kemitraan yang telah terjalin antara Kemenkum Riau dan PCR.

Melalui partisipasi dalam PCR Partners Gathering 2026, Kanwil Kemenkum Riau di bawah kepemimpinan Rudy Hendra Pakpahan menegaskan pentingnya membangun kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan. Khususnya dalam bidang Kekayaan Intelektual, sinergi dengan perguruan tinggi diharapkan dapat mendorong lahirnya inovasi, memperkuat pelindungan hasil riset dan kreativitas, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan pembangunan daerah.**


sumber: ANTARA

PEKANBARU - Atas komitmennya dalam kinerja unggul yang mengimplementasikan nilai-nilai Entrepreneurial Marketing, Universitas Islam Riau (UIR) berhasil meraih penghargaan Campus Entrepreneurial Marketing Award Riau 2026. Penghargaan diterima langsung oleh Rektor UIR Assoc. Prof. Dr. Admiral, S.H.,M.H di Hotel The Premiere Pekanbaru.

Penghargaan diberikan oleh MarkPlus Institute dalam rangkaian kegiatan Pekanbaru Marketing Festival 2026. Acara iniu sejalan dengan agenda Corporate Day Pekanbaru Marketing Festival 2026 mengusung tema “Winning The Competition in the Age of AI”.

Rektor UIR menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan bukti komitmen UIR dalam mendorong penguatan kewirausahaan berbasis inovasi dan perkembangan teknologi.

“Adapun bentuk nilai Entrepreneurial Marketing yang telah diterapkan oleh Universitas Islam Riau meliputi kreativitas, inovasi, kewirausahaan, dan kepemimpinan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas”, ucap Rektor.

Kepala Divisi Kegiatan Pembelajaran Direktorat Pendidikan dan Pembelajaran (DPP) Ivan Taufiq, S.I.kom., M.I.Kom menuturkan, salah satu inovasi yang dilakukan oleh UIR dibidang pengajaran yaitu melakukan transformasi sistem pembelajaran melalui implementasi Outcome-Based Education (OBE) yang diintegrasikan dengan ekosistem pembelajaran digital (Digital Learning Ecosystem).

Menurutnya “inovasi ini tidak hanya berfokus pada perubahan dokumen kurikulum, tetapi juga mengubah keseluruhan proses pembelajaran mulai dari perencanaan, pelaksanaan, asesmen, hingga evaluasi pembelajaran secara berkelanjutan. Dalam hal ini pembelajaran tidak lagi berorientasi pada penyampaian materi tetapi berfokus pada pencapaian kompetensi lulusan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini”.

Dengan berhasilnya meraih Campus Entrepreneurial Marketing Award Riau 2026, UIR berkomitmen untuk terus menghadirkan kreativitas, inovasi, kewirausahaan, dan kepemimpinan sehingga dapat mencetak lulusan yang unggul, berdaya saing, dan berjiwa kewirausahaan. (hms)

PEKANBARU — Pemerintah Provinsi Riau melalui Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Riau resmi membuka pendaftaran Beasiswa Riau Cerdas Tahap Lanjutan Tahun Anggaran 2026 mulai 3 hingga 31 Agustus 2026. Pembukaan pendaftaran tersebut tertuang dalam Pengumuman Gubernur Riau Nomor: 400/5/SETDA/2026 sebagai komitmen pemerintah daerah dalam mendukung keberlanjutan pendidikan mahasiswa berprestasi dan kurang mampu.

Pelaksana Tugas Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Yan Dharmadi, menyampaikan bahwa program ini diperuntukkan bagi mahasiswa penerima Beasiswa Riau Cerdas periode sebelumnya. Ia menegaskan seluruh pemohon wajib mengunggah berkas persyaratan secara daring melalui laman resmi https://sobatkesra.riau.go.id/ sesuai jadwal yang ditetapkan.

Kategori dan Ketentuan Indeks Prestasi Kumulatif

Program Beasiswa Riau Cerdas mencakup dua jenis utama, yakni Beasiswa Riau Prestasi untuk jalur akademik serta Beasiswa Riau Harapan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Kategori Beasiswa Prestasi meliputi jenjang S1/D4, S2, S3, program profesi atau spesialis, hingga jalur Tahfiz di berbagai perguruan tinggi mitra.

"Peserta harus melampirkan transkrip nilai dengan standar IPK minimal 3,10 untuk ilmu sosial dan 3,00 untuk ilmu eksakta pada jenjang S1 atau D4," ujar Yan Dharmadi di Pekanbaru, Selasa (4/8/2026).

Sementara itu, untuk program Magister (S2) disyaratkan IPK minimal 3,25, program Doktor (S3) sebesar 3,30, serta program Profesi atau Spesialis minimal 3,15. Pemohon juga wajib menyertakan surat permohonan yang ditujukan kepada Gubernur Riau, surat keterangan aktif kuliah asli, dan surat pernyataan tidak sedang menerima beasiswa lain bermaterai Rp10.000.

Mekanisme Pengumpulan Berkas dan Verifikasi Perguruan Tinggi

Pengumpulan proposal fisik bagi mahasiswa di dalam Provinsi Riau diserahkan langsung ke kampus masing-masing. Adapun bagi mahasiswa di luar Provinsi Riau berkas dapat dikirimkan secara kolektif oleh pihak kampus atau dikirim via pos ke Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Riau.

Proses seleksi penerimaan beasiswa dilaksanakan di perguruan tinggi masing-masing sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hasil seleksi tersebut nantinya ditetapkan melalui Surat Keputusan Pimpinan Perguruan Tinggi untuk diserahkan kepada Gubernur Riau paling lambat minggu pertama September 2026.

"Pengiriman berkas proposal melalui pos dialamatkan kepada Tim Seleksi dan Verifikasi Beasiswa Riau Cerdas di Kantor Gubernur Riau paling lambat 31 Agustus 2026," pungkas Yan.

Adapun daftar Perguruan Tinggi Negeri atau Perguruan Tinggi Swasta, yang dapat mengajukan Beasiswa Riau Cerdas, yakni:

Dalam Provinsi Riau

Universitas Riau (UNRI)

Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN SUSKA) Riau

Universitas Islam Riau (UIR)

Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI)

Universitas Lancang Kuning (UNILAK)

Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Universitas Abdurrab

Politeknik Caltex Riau (PCR)

Politeknik Negeri Bengkalis


Luar Provinsi Riau

Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat

Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta

Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat

Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Surabaya, Jawa Timur

Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jawa Timur

Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) DKI Jakarta

Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ), Tangerang, Banten

Institut Pertanian Bogor (IPB)

Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Timur.


(MC Riau/mcy)

BENGKALIS – Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis bersama Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Riau melaksanakan monitoring pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di sejumlah satuan pendidikan di Kecamatan Bengkalis, Rabu (15/7/2026).

Monitoring dipimpin oleh Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, Maryana, S.S., M.Pd., didampingi Widyaprada Ahli Muda BPMP Provinsi Riau, Finalis Budi Prihadi, S.Kom. Kegiatan ini bertujuan memastikan pelaksanaan MPLS Ramah berlangsung sesuai dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi peserta didik baru.

Adapun satuan pendidikan yang dikunjungi meliputi TK Negeri 3 Bengkalis, KB IT Ibu Harapan, TK IT Ibu Harapan Bengkalis, TK Dharma Maitreya Bengkalis, serta SD Negeri 11 Bengkalis.

Hasil monitoring menunjukkan pelaksanaan MPLS Ramah di seluruh satuan pendidikan yang dikunjungi berlangsung tertib, lancar, dan sesuai dengan prinsip pembelajaran yang berpusat pada anak. Kegiatan MPLS juga dilaksanakan dengan pendekatan yang ramah, tanpa perpeloncoan, serta mengedepankan pengenalan lingkungan sekolah, pembentukan karakter, dan penguatan transisi yang menyenangkan bagi peserta didik.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, Hadi Prasetyo, S.T., M.Si., melalui Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF, Maryana, S.S., M.Pd., menyampaikan bahwa monitoring ini merupakan bentuk komitmen Dinas Pendidikan bersama BPMP Provinsi Riau dalam memastikan seluruh satuan pendidikan melaksanakan MPLS Ramah sesuai ketentuan.

"Kami ingin memastikan setiap anak memperoleh pengalaman pertama di sekolah yang menyenangkan, aman, dan penuh makna. Sinergi dengan BPMP Provinsi Riau menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan sejak jenjang PAUD," ujar Maryana.

Melalui kegiatan monitoring ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis berharap pelaksanaan MPLS Ramah dapat menjadi fondasi yang baik dalam membangun karakter, semangat belajar, serta kesiapan peserta didik untuk mengikuti proses pembelajaran pada Tahun Ajaran 2026/2027.**

DUMAI  - Turnamen bola basket Riau Pos-Honda Student Basket League (HSBL) 2026 resmi berakhir pada Sabtu (1/8) malam, di Lapangan Basket Klenteng Hock Liong Kiong (HLK) Green Arena Dumai. 

SMA Santo Tarcisius Dumai sukses back to back atau pertahankan gelar juara usai meraih kemenangan telak atas SMA Cendana Duri pada partai final. 

Pertandingan berjalan ketat sejak kuarter pertama. SMA Santo Tarcisius langsung menekan pertahanan SMA Cendana. 

Permainan cepat, tembakan yang akurat, serta pertahanan yang disiplin membuat mereka terus memperlebar keunggulan di sepanjang pertandingan. 

Di sisi lain, SMA Cendana kesulitan mengembangkan permainan akibat rapatnya pertahanan lawan.  

Hingga peluit panjang berbunyi, SMA Santo Tarcisius memastikan kemenangan dengan skor 76-51. Sekaligus mempertahankan statusnya sebagai juara bertahan HSBL 2026 series Dumai. 

Sementara itu, gemuruh sorak-sorai dan tabuhan drum dari suporter tak henti-hentinya membakar semangat para pemain di lapangan. 

Puncaknya, riuh gemuruh ratusan penonton meledak saat peluit panjang berbunyi, menyambut detik-detik kemenangan sang juara.

Pelatih SMAS Santo Tarcisius Dumai, Wisnu Adhitia mengaku sangat puas dengan performa yang ditunjukkan oleh anak-asuhnya di partai puncak. 

Keberhasilan mempertahankan gelar juara ini menjadi bukti nyata dari konsistensi dan kerja keras seluruh tim di lapangan. Kendati sukses kembali mengamankan trofi juara, Wisnu mewanti-wanti para pemainnya agar tidak cepat berpuas diri dengan pencapaian yang ada. Ia berharap kemenangan ini justru menjadi pelecut semangat untuk terus berkembang dan menjaga konsistensi di kompetisi-kompetisi berikutnya.

“Secara keseluruhan saya sangat puas dengan penampilan anak-anak di lapangan dan tentu bangga SMA Santo bisa kembali menjuarai turnamen ini. Namun, saya selalu mengingatkan kepada para pemain agar tidak cepat berpuas diri. Evaluasi tetap ada, dan ini harus jadi motivasi untuk terus berlatih lebih keras lagi,” ujar Wisnu Adhitia.

Sementara itu, Pelatih SMA Cendana Duri, Dony Rahmadiano, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas penyelenggaraan turnamen basket Riau Pos-Honda High School Basketball League (HSBL). 

Menurutnya, ajang ini menjadi wadah yang sangat positif dalam mengasah bakat serta memunculkan potensi atlet-atlet muda berbakat, khususnya di wilayah Mandau dan Riau pada umumnya.

Dony berharap frekuensi kompetisi seperti HSBL dapat ditingkatkan dan tidak hanya digelar sekali dalam setahun. Ia menilai kompetisi yang rutin sangat dibutuhkan agar pembinaan atlet muda dapat berjalan berkesinambungan hingga mencapai performa maksimal.

Selain trofi, medali dan uang pembinaan untuk tim pemenang, panitia juga menganugerahkan gelar individu. Pemain dari tim SMA Santo Tarcisius, Justin Tristan Chang dinobatkan sebagai Pemain Terbaik (MVP) berkat performa impresifnya sepanjang turnamen. Adapun pada kategori putri, pebasket SMAN 1 Mandau, Reyhana Sifha, terpilih sebagai pemain terbaik.

Pada kesempatan yang sama, panitia juga menganugerahkan penghargaan untuk kategori dancer dengan penampilan terbaik, yang berturut-turut diraih oleh SMA Cendana sebagai juara pertama, disusul SMA Santo Tarcisius di posisi kedua, dan SMAN 1 Dumai di peringkat ketiga.

Acara penutupan diakhiri dengan prosesi penyerahan trofi, foto bersama seluruh kontingen, dan selebrasi meriah dari para suporter tim pemenang. 


SMAN 1 Mandau Juara Tim Putri

Pada laga final putri sebelumnya, SMAN 1 Mandau sukses merengkuh trofi juara usai mengalahkan SMAN 2 Mandau dengan skor 33-26. Laga berlangsung cukup ketat karena kedua tim sempat saling mengejar perolehan poin. Namun, SMAN 1 Mandau tampil lebih efektif hingga kuarter akhir dan sukses mengamankan kemenangan mereka di HSBL 2026 Series Dumai.

Pelatih S MA Negeri 2 Mandau, Encik Fahmi, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kualitas laga final yang menyajikan duel sengit sejak kuarter pertama. Ia mengakui keunggulan lawan yang dinilainya tampil lebih siap dari segi fisik maupun taktik. Pengakuan tersebut sekaligus menjadi catatan evaluasi penting bagi timnya ke depan.

“Intensitas permainan kedua tim yang sama dari Mandau ini dari dulu memang tinggi. Kembali lagi, ketahanan fisik jadi penentu dan SMAN 1 Mandau memang layak jadi juara. Secara keseluruhan cara bermain dan strategi mereka luar biasa. Selamat buat sang juara,” ujar Encik Fahmi usai pertandingan.

Sementara itu, Pelatih SMA Negeri 1 Mandau, Martia Harika, mengungkapkan kunci keberhasilan timnya dalam merengkuh gelar juara. Menurutnya, faktor mentalitas bertanding serta kedisiplinan di lapangan sangat menentukan di laga krusial. Meski berhasil keluar sebagai pemenang, ia memberikan catatan evaluasi terkait kesiapan tim di awal laga. Ia menilai anak asuhnya sempat terlambat panas dan berharap ke depannya dapat tampil konsisten sejak menit awal.

“Tadi memang sempat lambat panas, yang seyogianya kita harus bisa tampil stabil sejak babak pertama dimulai,” ungkap Martia Harika.

Ia juga menekankan kepada para pemainnya untuk tidak cepat berpuas diri dengan pencapaian ini. Menurutnya, konsistensi dalam berlatih adalah kunci utama untuk mempertahankan prestasi.

“Kepada para pemain, saya berpesan untuk tidak cepat berpuas diri. Tetap konsisten latihan secara rutin dan terjadwal, jangan baru giat latihan saat ada turnamen saja,” tegasnya.**


sumber: RIAUPOS.CO

PEKANBARU – Lembaga Pengkajian Islam dan Peradaban (LPIP) menggelar Diskusi LPIP Seri ke-38 dengan mengangkat tema "Masa Depan Pendidikan Islam: Inovasi, Moderasi, dan Penguatan Karakter" di Gedung Islamic Riau Global Terpadu (IRGT Hall), Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Sabtu (1/8/2026).

Diskusi yang diikuti puluhan tokoh, akademisi, dan praktisi pendidikan tersebut menghadirkan lima narasumber, yakni Ketua LPIP Prof. Dr. Alaiddin Koto, MA, Anggota DPR RI Dr. Achmad, M.Si, Direktur Politeknik BBC sekaligus Diaspora Indonesia Prof. Dr. Jaswar Koto, Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Riau yang juga Rektor Universitas Lancang Kuning (Unilak) Prof. Dr. Junaidi, M.Si, serta Pendiri Islamic Riau Global Terpadu (IRGT), H. Jasman Jaiman, M.Ed.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Pakar Hukum Universitas Islam Riau (UIR) Dr. Husnu Abadi, Ketua ICMI Riau drg. Burhanudin Agung, mantan Sekretaris Daerah Provinsi Riau Ahmad Hijazi, Prof. Afrizal, serta sejumlah akademisi dan praktisi pendidikan lainnya.

Kegiatan diawali dengan pembacaan puisi berjudul "Kupu-kupu dalam Buku" karya Taufiq Ismail oleh budayawan Riau sekaligus pakar hukum UIR, Dr. Husnu Abadi. Pembacaan puisi berlangsung khidmat dan mendapat apresiasi dari peserta yang hadir.

Pendiri IRGT, Jasman Jaiman, mengatakan tema yang diangkat dalam diskusi kali ini dinilai relevan dengan pengembangan program pendidikan yang tengah dirancang lembaganya.

Menurutnya, inovasi dan moderasi menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan pendidikan Islam di masa mendatang.

Sementara itu, Sekretaris LPIP, Dian Eka Putra, menjelaskan bahwa LPIP telah berdiri selama 13 tahun dan secara konsisten menyelenggarakan forum diskusi sebagai ruang pertukaran gagasan.

Ia menyebutkan, hingga saat ini LPIP telah menggelar 38 kali diskusi di berbagai daerah, bahkan sebelumnya Diskusi LPIP ke-37 dilaksanakan di Perlis, Malaysia.

"LPIP sudah melaksanakan 38 kali diskusi. Sebelumnya diskusi ke-37 dilaksanakan di Perlis, Malaysia, dan selanjutnya Diskusi LPIP ke-39 direncanakan berlangsung di Dumai dengan menghadirkan peserta dari empat negara," ujarnya.

Menurut Dian, LPIP merupakan organisasi independen yang terbuka bagi seluruh kalangan dalam mendorong lahirnya pemikiran dan solusi terhadap berbagai persoalan umat dan pendidikan.

Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Riau Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Riski Bestari, berharap hasil diskusi tersebut dapat menjadi masukan bagi pengembangan dunia pendidikan, khususnya dalam peningkatan kualitas tenaga pendidik.

Ketua LPIP, Prof. Dr. Alaiddin Koto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber dan peserta yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurutnya, para pembicara berasal dari berbagai latar belakang sehingga diharapkan mampu memberikan pandangan yang komprehensif mengenai masa depan pendidikan Islam.

Ia juga menyoroti beban administrasi yang masih dihadapi para guru sehingga dinilai mengurangi fokus dalam menjalankan tugas utama sebagai pendidik.

"Mudah-mudahan melalui diskusi ini lahir solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi dunia pendidikan saat ini," katanya.

Sementara itu, Anggota DPR RI, Dr. Achmad, lebih menyoroti pentingnya penguatan karakter peserta didik, khususnya karakter keislaman.

Ia menilai pembentukan karakter harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan pendidikan.

Selain itu, ia juga menyinggung perbedaan alokasi anggaran antara pendidikan umum dan pendidikan Islam dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Saat ini anggaran pendidikan umum sekitar Rp600 triliun, sementara anggaran pendidikan Islam dalam APBN sekitar Rp69 triliun," ujarnya.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pandangan dan masukan dari para narasumber maupun peserta. Forum tersebut diharapkan dapat melahirkan rekomendasi yang berkontribusi terhadap pengembangan pendidikan Islam yang adaptif, moderat, dan berkarakter di Indonesia.(Rls)

PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau menerima kunjungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam rangka Kajian Evaluasi Pemanfaatan Hasil Evaluasi Sistem Pendidikan Provinsi Riau. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kantor Gubernur Riau, Rabu (29/7/2026), itu bertujuan menghimpun berbagai masukan daerah sebagai dasar penyusunan rekomendasi kebijakan pendidikan yang lebih tepat sasaran.

Melalui kajian tersebut, pemerintah pusat menelusuri praktik, tantangan, dan pengalaman pemerintah daerah dalam memanfaatkan Rapor Pendidikan sebagai acuan penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan sektor pendidikan. Hasil evaluasi itu akan menjadi bahan penyusunan rekomendasi kebijakan pendidikan di tingkat nasional.

Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Zulkifli Syukur, mengatakan kajian tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi Riau untuk menyampaikan pengalaman dalam mengintegrasikan data pendidikan ke dalam proses perencanaan pembangunan daerah. Menurutnya, masukan dari daerah akan memperkaya perumusan kebijakan di tingkat nasional.

"Kami berharap seluruh informasi yang disampaikan dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi pendidikan di Provinsi Riau. Dengan begitu, kebijakan yang nantinya dirumuskan dapat lebih sesuai dengan kebutuhan daerah dan mampu memberikan manfaat nyata," katanya.

Ia menambahkan, pembangunan pendidikan memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, terutama dalam pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan keputusan. Pendekatan tersebut diyakini akan menghasilkan program yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.

"Data merupakan fondasi penting dalam menyusun kebijakan pendidikan. Karena itu, kolaborasi seperti ini perlu terus dilakukan agar setiap program yang dilaksanakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan," ujarnya.

Sementara itu, Penelaah Teknis Kebijakan Kemendikdasmen, Rumaisah Hidayatillah, menjelaskan bahwa kunjungan ke Provinsi Riau merupakan bagian dari rangkaian evaluasi nasional mengenai pemanfaatan hasil evaluasi sistem pendidikan dalam mendukung perencanaan pembangunan daerah.

Menurutnya, tim kajian ingin memperoleh gambaran menyeluruh mengenai pemanfaatan Rapor Pendidikan, mulai dari proses identifikasi capaian pendidikan, koordinasi lintas perangkat daerah, hingga integrasinya ke dalam dokumen perencanaan pembangunan.

"Kami datang untuk belajar dari pengalaman pemerintah daerah dalam memanfaatkan data pendidikan. Informasi yang kami himpun akan menjadi dasar dalam menyusun rekomendasi kebijakan agar lebih sesuai dengan kebutuhan daerah dan dapat diterapkan secara efektif," katanya.

Rumaisah menuturkan, evaluasi tidak hanya berfokus pada capaian yang telah diraih, tetapi juga mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pemanfaatan data pendidikan. Hasil kajian tersebut diharapkan dapat memperkuat penyusunan kebijakan yang mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan sekaligus pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM).

"Masukan dari Provinsi Riau sangat berarti bagi kami. Berbagai tantangan yang disampaikan akan menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan yang lebih kontekstual sehingga mampu memberikan solusi yang relevan bagi kebutuhan daerah," pungkasnya.**(mrc) 

DUMAI -- Wali Kota Dumai H. Paisal menghadiri Wisuda Taruna Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai Angkatan VII Tahun 2026 yang digelar di Ballroom Hotel The Zuri Dumai, Selasa (28/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Paisal mendorong para lulusan agar terus meningkatkan kompetensi dan menjadi sumber daya manusia (SDM) maritim yang profesional, unggul, dan mampu bersaing di dunia kerja.

Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai yang berada di bawah naungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memiliki tujuan mencetak SDM berkualitas di bidang kelautan dan perikanan guna mendukung pembangunan sektor maritim nasional.

Dalam sambutannya, Wali Kota Paisal berharap para wisudawan tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan, tetapi terus mengasah kemampuan sesuai bidang keahlian masing-masing.

"Kita lihat sekarang sudah banyak perguruan tinggi di Kota Dumai. Kita doakan Dumai semakin baik ke depannya. Dengan adanya wisuda ini dapat menghasilkan sumber daya manusia yang unggul di bidang kelautan dan perikanan," ujar Paisal.

Ia juga mengajak para lulusan untuk memanfaatkan peluang kerja yang tersedia serta berkontribusi dalam pengembangan sektor maritim, khususnya di Kota Dumai yang memiliki posisi strategis sebagai daerah pesisir.

Sementara itu, Direktur Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai, Juniawan Preston Siahaan, menyampaikan bahwa institusinya juga membuka jalur khusus bagi pelaku utama perikanan sebagai upaya mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Ia mengungkapkan, pada tahun ini sebanyak 87 taruna dan taruni berhasil menyelesaikan pendidikan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rata-rata 3,84.

"Keberhasilan pendidikan dilihat dari bagaimana lulusan memiliki kesiapan menghadapi dunia kerja dan dinamika industri. Karena itu seluruh lulusan dibekali kemampuan sesuai bidangnya masing-masing. Tantangan ke depan semakin kompleks, jadilah lulusan yang menjunjung etika profesi dan memiliki semangat melayani," kata Juniawan.

Acara wisuda turut dihadiri Wakil Wali Kota Sibolga, Ketua DPRD Kota Dumai, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan perguruan tinggi, para dosen, serta orang tua dan keluarga wisudawan.

Melalui wisuda Angkatan VII ini, Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai berharap para lulusan mampu menjadi tenaga profesional yang siap berkontribusi dalam pengembangan sektor kelautan dan perikanan serta memperkuat daya saing industri maritim Indonesia. **


sumber: Beritariau.com


PEKANBARU – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau kembali mengajak para alumni SMA Negeri dan SMK Negeri di seluruh Riau, khususnya lulusan tahun 2023 ke bawah, untuk segera mengambil ijazah yang hingga kini masih tersimpan di sekolah masing-masing.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya, mengatakan saat ini masih terdapat 11.856 ijazah yang belum diambil pemiliknya. Jumlah tersebut terdiri dari 5.635 ijazah SMA Negeri dan 6.221 ijazah SMK Negeri.

Menurut Erisman, ijazah merupakan dokumen penting yang diperlukan dalam berbagai keperluan, mulai dari melanjutkan pendidikan, melamar pekerjaan, hingga pengurusan administrasi lainnya. Karena itu, Disdik Riau mengimbau para alumni untuk segera mengambil hak mereka tersebut.

"Saya mengimbau kepada seluruh alumni SMA Negeri dan SMK Negeri, khususnya tamatan tahun 2023 ke bawah yang belum mengambil ijazah, agar segera datang ke sekolah masing-masing. Ijazah merupakan dokumen penting yang akan sangat dibutuhkan untuk masa depan anak-anak didik kita," ujar Erisman Yahya, Selasa (28/7/2026).

Ia menegaskan, proses pengambilan ijazah dilakukan tanpa dipungut biaya. Seluruh alumni berhak menerima dokumen tersebut secara gratis.

"Kami pastikan pengambilan ijazah tidak dikenakan pungutan apa pun. Gratis. Pihak sekolah juga telah siap melayani para alumni yang datang mengambil ijazahnya, karena itu memang menjadi hak mereka," tegasnya.

Selain itu, Disdik Provinsi Riau juga membuka ruang konsultasi bagi alumni yang mengalami kendala dalam proses pengambilan ijazah.

"Bagi para alumni yang membutuhkan informasi atau mengalami kendala, silakan datang langsung ke Dinas Pendidikan Provinsi Riau melalui Bidang SMA atau Bidang SMK. Kami siap membantu agar proses pengambilan ijazah dapat berjalan dengan lancar," katanya.

Erisman berharap seluruh alumni dapat memanfaatkan kesempatan tersebut secepatnya. Menurutnya, kepemilikan ijazah akan memudahkan berbagai kebutuhan, baik untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.

Imbauan ini juga sejalan dengan upaya Dinas Pendidikan Provinsi Riau untuk memastikan seluruh lulusan memperoleh dokumen pendidikannya secara utuh dan dapat memanfaatkannya sesuai kebutuhan.**



Pekanbaru - Kontingen Kota Pekanbaru berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan keluar sebagai juara umum pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat Provinsi Riau Tahun 2026 untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Prestasi tersebut diraih setelah kontingen Pekanbaru mengoleksi total 12 medali, terdiri dari 7 medali emas, 4 medali perak, dan 1 medali perunggu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Syafrian Tommy, mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian para atlet pelajar yang telah menunjukkan kemampuan terbaiknya sepanjang kompetisi.

"Alhamdulillah, kontingen Kota Pekanbaru berhasil menjadi juara umum O2SN Tingkat Provinsi Riau Tahun 2026 dengan raihan total 12 medali. Ini merupakan hasil dari kerja keras para siswa, pelatih, serta dukungan seluruh pihak," ujarnya, Senin (27/7/2026).

Menurut Tommy, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa Kota Pekanbaru memiliki generasi muda yang berbakat, disiplin, dan mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.

"Prestasi ini menjadi cerminan potensi luar biasa yang dimiliki anak-anak kita. Mereka telah menunjukkan semangat juang, kedisiplinan, dan tekad yang kuat untuk meraih prestasi terbaik," katanya.

Dengan status sebagai juara umum, Kota Pekanbaru akan mewakili Provinsi Riau pada ajang O2SN Tingkat Nasional. Karena itu, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru berkomitmen memberikan pendampingan dan pembinaan secara maksimal agar para atlet semakin siap menghadapi persaingan di tingkat nasional.

"Kami akan mengawal seluruh proses persiapan atlet menuju O2SN tingkat nasional. Harapannya, mereka tidak hanya mampu mengharumkan nama Kota Pekanbaru, tetapi juga membawa nama baik Provinsi Riau di tingkat nasional," jelas Tommy.

Ia menambahkan, Dinas Pendidikan akan memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pengurus cabang olahraga, untuk memastikan program pembinaan berjalan optimal.

"Kami akan terus berkolaborasi dalam melakukan pembinaan terhadap anak-anak kita agar potensi mereka terus berkembang dan mampu meraih prestasi yang lebih tinggi," tutupnya. **


sumber: ANTARA