Articles by "Olahraga"
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

PHILLIP ISLAND (CNC) – Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, menorehkan sejarah setelah merebut pole position Moto3 pada Grand Prix Australia 2026 di Sirkuit Phillip Island, Sabtu (24/10/2026). Rider Honda Team Asia itu sekaligus menjadi pembalap tercepat dalam sesi kualifikasi dengan catatan waktu 1 menit 35,299 detik.

Hasil tersebut menjadikan Veda sebagai pembalap Indonesia pertama yang meraih pole position di kelas Moto3. Ia mengungguli Maximo Quiles yang menempati posisi kedua dengan selisih 0,021 detik, sedangkan pembalap tuan rumah Joel Kelso berada di posisi ketiga, terpaut 0,067 detik.

Pencapaian ini terbilang istimewa karena Veda harus memulai perjuangannya dari sesi kualifikasi pertama atau Q1. Sebelumnya, ia hanya menempati posisi ke-16 pada sesi latihan bebas, sehingga harus berjuang melewati Q1 untuk mendapatkan tempat di Q2.

Veda mampu menjawab tantangan tersebut. Setelah lolos dari Q1, ia tampil kompetitif pada sesi kualifikasi kedua dan mencatatkan waktu terbaik pada lap terakhirnya untuk merebut posisi terdepan.

Persaingan berlangsung dalam kondisi lintasan yang menantang akibat cuaca yang berubah-ubah. Sejumlah bagian trek masih basah, sementara ancaman hujan membuat para pembalap harus cermat menentukan momentum untuk mencatatkan waktu terbaik.

Keberhasilan Veda bukan sekadar menempatkannya di posisi teratas daftar kualifikasi. Hasil tersebut juga menjadi catatan penting bagi Indonesia di panggung balap motor dunia, khususnya kelas Moto3.

Veda sekaligus mengukir namanya sebagai peraih pole position Moto3 pada gelaran Grand Prix Australia 2026 di Phillip Island. Catatan P1 tersebut menjadi bagian dari sejarah penampilan kelas Moto3 di sirkuit itu pada musim ini.

Namun, perlu ditegaskan bahwa pole position merupakan hasil sesi kualifikasi, bukan hasil akhir balapan. Posisi start terdepan memberikan keuntungan bagi Veda untuk memulai lomba, tetapi hasil balapan tetap ditentukan setelah seluruh pembalap menyelesaikan persaingan di lintasan.

Dengan capaian tersebut, Veda telah membuktikan kemampuannya bersaing dengan para pembalap terbaik di kelas Moto3. Kini, catatan waktu 1 menit 35,299 detik dan pole position di Phillip Island menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya sekaligus sejarah balap motor Indonesia.**


Catatan redaksi: Istilah “peraih pole position terakhir di Phillip Island” sebaiknya dipahami sebagai pencapaian pada edisi Moto3 Grand Prix Australia 2026. Tanpa kepastian bahwa kelas Moto3 tidak akan kembali berlomba di sirkuit tersebut, klaim bahwa Veda merupakan peraih pole terakhir sepanjang sejarah Phillip Island perlu dihindari. Begitu pula, P1 yang dimaksud adalah posisi pertama kualifikasi, bukan kemenangan balapan. 

Foto ilustrasi Ai

KOREA SELATAN – Misi kembali membawa tim ke puncak kompetisi bola voli putri Korea Selatan kini berada di pundak pelatih kepala Hyundai E&C Hillstate, Kang Sung-hyung.

Pada V-League musim 2026/2027, Kang Sung-hyung yang menjalani musim keenamnya bersama klub asal Suwon ini membidik bintang keempat, atau gelar juara V-League keempat sepanjang sejarah Hyundai E&C Hillstate..

Dikutip dari unggahan Hyundai Hillstate melalui akun Instagramnya @hdecvolleyballteam, perjalanan Kang Sung-hyung di dunia voli hingga berada di titik sekarang ini terbilang panjang.

Dia dilahirkan di Muan-gun, Jeonnam pada 1970, dan menimba ilmu di Hanyang University sebelum memulai karier profesional pada 1992 bersama Hyundai Motor Service, yang kini dikenal sebagai Hyundai Capital.

Selama menjadi pemain profesional hingga 2003, Kang dikenal sebagai sosok yang lengkap.

Selain memiliki kemampuan membaca permainan, Kang juga mampu menyerang sekaligus bertahan.

Sebagai pembuktian kemampuan lebihnya, Kang meraih penghargaan Rookie of the Year, MVP dan beberapa kali masuk Best 6.

Kang kemudian menjadikan pengalamannya sebagai pemain sebagai bekal penting untuk memasuki dunia kepelatihan.

Dia membangun pengalaman melatih sejak 2003 hingga 2015, sebelum menangani tim putra dan tim nasional.

Pada 2019 Kang dipercaya sebagai pelatih kepala tim nasional putri Korea Selatan.

Peran tersebut turut membentuk reputasinya sebagai pelatih yang menekankan organisasi pertahanan dan disiplin permainan.

Kang kemudian dipercaya menjadi pelatih Hyundai E&C Hillstate.

Dalam periode 2021–2022 hingga kini, Kang Sung-hyung membawa Hyundai meraih dua gelar turnamen, dua kali finis sebagai juara liga reguler, serta empat kali lolos ke postseason.

Pada musim 2026–2027, Kang kembali menghadapi tantangan untuk membawa Hyundai Hillstate meraih gelar V-League keempat atau V4.

Untuk mewujudkan asa tersebut, Kang mendatangkan mantan mesin poin Red Sparks selama dua musim, Megawati Hangestri Pertiwi.

Selain Megawati, Hyundai juga mendatangkan bintang muda Amerika Serikat, Jordan Wilson.

Hyundai juga memiliki sejumlah pemain berpengalaman dan pemain yang pernah memperkuat tim nasional Korea Selatan.

Selanjutnya, menjadi pekerjaan rumah bagi Kang untuk menyatukan seluruh kekuatan tersebut menjadi satu tim solid.

Ujian awal Hyundai datang di Yeosu-NH Nonghyup Cup 2026. Hyundai dijadwalkan menghadapi GS Caltex pada 14 Oktober dan Kixx pada 16 Oktober 2026.

Bagi Megawati, ajang tersebut menjadi panggung penting untuk menunjukkan bagaimana dirinya menyatu dalam sistem permainan Kang Sung-hyung.**


sumber: PALPRES.COM

CENTANGNEWS.COM - CEO Dorna Carmelo Espeleta resmi batalkan long lap penalti Veda dan putuskan Veda Ega Pratama dihitung finis posisi P4 dan raih 13 poin.

Usai ditemukan bukti sah bahwa Munyos lakukan kesalahan sendiri. Veda sama sekali tidak menyentuh.

Di sisi lain, beginilah reaksi berkelas dan mantep Valentino Rossi hingga petinggi KTM Aki Ajo soal keputusan dorna tersebut.

Simak fakta sebenarnya berikut ini ya.

Dunia balap motor internasional kembali diguncangkan oleh drama spektakuler dari arena Red Bull Ring Spielberg Austria dalam gelaran Moto3 Austria 2026 yang berlangsung minggu kemarin.

Publik olahraga otomotif Indonesia dan para pecinta Moto3 di seluruh dunia sempat dibuat meradang oleh keputusan stewards yang dinilai amat kontroversial dan merugikan talenta muda berbakat asal Indonesia, Veda Riga Pratama.

Namun, keadilan akhirnya ditegakkan hingga ke level tertinggi Hierarki MotoGP, yakni CEO Sorna Sports Carmelo Espeleta.

Sebelum drama penalti dan intervensi Dorna Sports terjadi, ajang Moto3 Austria menyuguhkan pertunjukan luar biasa dari Veda Ega Pratama.

Memulai balapan dari grip yang sangat tidak menguntungkan, posisi ke-19, pembalap berusia 17 tahun ini menunjukkan kematangan teknik, keberanian, dan RaceCraft di atas rata-rata dengan mampu tembus posisi keempat besar dan konsisten bersaing di grup depan memperebutkan zona podium hingga sisa dua lap terakhir.


Tapi di tengah perjuangan sengit mempertahankan posisi keempat pada dua lap tersisa, petaka dan ketidakadilan menghampiri Feda.


FIM MotoGP Stewards Panel mendadak menjatuhkan hukuman long lap penalty kepada Veda.

Veda dituduh bersalah dan menjadi penyebab melipirnya David Muñoz saat duel menyalip berlangsung.

Sesuai aturan, Veda terpaksa melaju ke jalur khusus long lap penalty di sirkuit Red Bull Ring. Dampaknya sangat merusak pertarungan Veda.

Posisinya meluncur bebas dari P4, turun drastis ke posisi ke 13 hingga menyentuh garis finish.

Sontak, keputusan Steward tersebut memicu gelombang protes dan kekecewaan mendalam dari para pecinta balap Indonesia serta pengamat otomotif internasional.

Tayangan ulang dari berbagai sudut pandang memperlihatkan adanya kejanggalan besar pada tuduhan yang ditujukan kepada Veda.

Berespons polemik tajam serta bukti-bukti rekaman yang beredar, pihak Dorna Sports bersama Komisi Keselamatan langsung melakukan peninjauan ulang secara menyeluruh pas kebalapan.

Berbekal teknologi kamera on-board resolusi tinggi, rekaman telemetri, serta sudut pandang super slow motion, bukti tak terbantahkan akhirnya terungkam.

Berdasarkan analisis mikro yang dilakukan tim teknis, Veda Ega Pratama terbukti sama sekali tidak melakukan kontak atau menyentuh motor David Munyos.

Dalam manuvernya, Veda mengambil jalur dalam atau racing line secara bersih dan terukur.

David Munyos yang berada di sisi luar terlihat terkejut atau reflect reaction saat melihat pergerakan Veda.

Sehingga kehilangan keseimbangan dan melipir keluar jalur atas inisiatif dan kesalahannya sendiri.

Tidak ada dorongan, benturan atau tindakan agresif berbahaya yang dilakukan oleh Veda.**

KOREA - Cha Sang-hyun yang memantau perkembangan iklim kompetisi dan kekuatan pemain domestik, akan segera memulai kompetisi V-League pada 2026-2027. Kapten skuad Korea Selatan ini takjub dengan atmosfer stadion yang luar biasa berkat kehadiran para pemain voli Indonesia.

Dalam konferensi pers media olahraga paling populer di Korea pasca-pertandingan, Cha Sang-hyun secara eksplisit mengakui adanya efek Megawati Hangestri yang kini menjelma menjadi fenomena sosial dan industri olahraga yang sangat masif di negara Ginseng tersebut.

"Fenomena Mega ini bukan lagi sekadar cerita kesuksesan seorang pemain Asia, melainkan katalis yang benar-benar menghidupkan dan membangkitkan kembali industri bola voli Korea Selatan," ujar Cha Sang-hyun.

Bayangkan, ini baru pertandingan uji coba pra-musim, tapi tiket di Jamseel Student Gymnasium ludes dalam 2 menit. Lebih lanjut ia menjelaskan, Antusiasme publik, liputan media nasional, dan ribuan penggemar internasional yang memenuhi tribun, membuat atmosfer pertandingan terasa seperti kelas final sebuah kompetisi resmi. Efek mega ini nyata dan memberikan dampak yang sangat positif bagi iklim voli kami.

Pelatih tim nasional Korea juga memaparkan bagaimana kehadiran Megawati, yang kini membela Jersey Suwon Hyundai ENC Hill State, secara tidak langsung memaksa seluruh klub V-League untuk meningkatkan standar permainan dan kedalaman skuad mereka.

Kombinasi serangan mematikan Megawati dengan spiker asing Jordan Wilson di barisan Hill State.

Menurutnya, telah menciptakan sebuah ukuran baru yang akan membuat kompetisi V-League di musim 2026-2027 jauh lebih seru, menarik, dan penuh kejutan. Pemain lokal Korea didorong untuk bersaing dalam kualitas pertahanan, receive, dan penyelamatan bola agar dapat memenangkan kelas spike cepat ala Megawati.**

JAKARTA -- Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama memberikan pujian kepada pembalap Indonesia Veda Ega Pratama yang sukses finis kesembilan di Moto3 Inggris 2026.

"Balapan Moto3 hari ini sangat menarik. Kami menyelesaikan 15 lap dan, meskipun balapan ini tidak mudah, kedua pembalap berhasil berjuang hingga akhir dan akhirnya kami meraih poin," ucap Aoyama dikutip dari rilis Honda Team Asia.

"Veda melakukan start yang sangat baik dan dengan cepat masuk ke posisi 10 besar. Dia berada di grup cepat dan tampil dengan baik," ujar Aoyama menambahkan.

Veda Ega mengawali balapan dengan cukup baik. Pembalap berusia 17 tahun itu memulai balapan dari posisi ke-15 dan langsung naik ke posisi ke-11 selepas start.

Start yang baik juga dibuat David Almansa. Ia berhasil merebut posisi pimpinan balapan selepas start.

Sementara itu, pembalap Malaysia Hakim Danish berada di posisi kesembilan pada lap kedua. Ia berada tepat di depan Veda Ega yang naik ke posisi ke-10.

Persaingan di barisan depan berlangsung sengit. Posisi puncak sempat bergantian dikuasai Brian Uriarte dan David Almansa, sebelum kemudian beralih ke Alvaro Carpe memasuki lap keempat.

Veda Ega justru merosot satu tempat pada lap keempat. Ia berada di posisi ke-11. Hakim Danish kemudian mengalami crash pada lap keenam. Ia masih bisa melanjutkan balapan, tetapi merosot jauh ke posisi ke-24.

Crash juga dialami Scott Ogden pada lap ketujuh. Memasuki pertengahan balapan, Veda Ega mulai memperbaiki posisinya dan berada di posisi ketujuh.

Veda menjadi pemimpin rombongan kedua dan terpaut 2,7 detik dari enam pembalap yang berada di rombongan terdepan.

Namun, posisi Veda kembali merosot. Saat balapan menyisakan tujuh lap, ia turun hingga posisi ke-13.

"Sayangnya beberapa insiden di depannya berdampak kepadanya dan membuatnya kehilangan cukup banyak waktu. Sejak saat itu, tidak mudah untuk mengejar ketertinggalan dari grup depan, jadi dia harus berjuang di grup kedua di sekitar posisi 10 besar," ucap Aoyama.

"Namun, dia tidak pernah menyerah dan terus memberikan tekanan hingga akhir. Akhirnya, dia berhasil kembali ke posisi P9. Itu bukan akhir pekan yang mudah baginya, tetapi dia telah memberikan yang terbaik dan meraih poin penting," kata Aoyama menambahkan.

Lima lap jelang finis, David Almansa masih memimpin balapan, sedangkan Veda Ega berada di posisi ke-11.

Veda Ega kemudian menunjukkan perlawanan pada lap terakhir. Ia sempat naik ke posisi ketujuh sebelum akhirnya menyelesaikan balapan di posisi kesembilan.

David Almansa berhasil keluar sebagai pemenang Moto3 Inggris 2026 setelah menjalani balapan sengit hingga lap terakhir. **


sumber: CNN Indonesia



JAKARTA - Kabar duka datang dari dunia bola voli Indonesia setelah atlet putri berusia 22 tahun meninggal dunia.

Sosok tersebut adalah Widya Rayi Fadhilah Lail, pemain yang sempat masuk ke dalam skuad Jakarta Pertamina Fastron pada Proliga 2023.

Widya pernah menjadi rekan satu tim Megawati Hangestri Pertiwi dan Yolla Yuliana.

Saat itu, Jakarta Pertamina Fastron melangkah sampai babak final tetapi harus puas dengan raihan runner-up setelah dikalahkan Bandung BJB Tandamata.

Selain itu, pemain yang berposisi sebagai opposite itu bahkan masih masuk ke dalam skuad Proliga 2024 bersama Jakarta Pertamina Enduro.

Mantan pemain Jakarta Pertamina itu meninggal dunia dengan penyebab yang tidak disebutkan.

Klub mengumumkan kabar duka tersebut melalui media sosial Instagram pada Minggu (2/8/2026).

"Turut berduka cita atas berpulangnya atlet berprestasi Widya Rayi Fadhilah," tulis JPEVolley.

"Segenap keluarga besar Jakarta Pertamina Enduro menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya."

"Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan."

"Selamat beristirahat dengan tenang, Widya."

Widya juga merupakan pemain yang berasal dari klub Jakarta Bharata Muda.

Mendiang ikut mengantarkan klubnya berlaga sampai ke babak final Livoli Divisi 1 pada tahun 2022 dan 2024.

Namun, Bharata Muda harus puas dua kali menjadi runner-up, klub yang juga menjadi tangga bagi Azzahra Dwi Febyane alias Gendis sebelum mencapai level senior.**


sumber: BOLASPORT.COM

DUMAI  - Turnamen bola basket Riau Pos-Honda Student Basket League (HSBL) 2026 resmi berakhir pada Sabtu (1/8) malam, di Lapangan Basket Klenteng Hock Liong Kiong (HLK) Green Arena Dumai. 

SMA Santo Tarcisius Dumai sukses back to back atau pertahankan gelar juara usai meraih kemenangan telak atas SMA Cendana Duri pada partai final. 

Pertandingan berjalan ketat sejak kuarter pertama. SMA Santo Tarcisius langsung menekan pertahanan SMA Cendana. 

Permainan cepat, tembakan yang akurat, serta pertahanan yang disiplin membuat mereka terus memperlebar keunggulan di sepanjang pertandingan. 

Di sisi lain, SMA Cendana kesulitan mengembangkan permainan akibat rapatnya pertahanan lawan.  

Hingga peluit panjang berbunyi, SMA Santo Tarcisius memastikan kemenangan dengan skor 76-51. Sekaligus mempertahankan statusnya sebagai juara bertahan HSBL 2026 series Dumai. 

Sementara itu, gemuruh sorak-sorai dan tabuhan drum dari suporter tak henti-hentinya membakar semangat para pemain di lapangan. 

Puncaknya, riuh gemuruh ratusan penonton meledak saat peluit panjang berbunyi, menyambut detik-detik kemenangan sang juara.

Pelatih SMAS Santo Tarcisius Dumai, Wisnu Adhitia mengaku sangat puas dengan performa yang ditunjukkan oleh anak-asuhnya di partai puncak. 

Keberhasilan mempertahankan gelar juara ini menjadi bukti nyata dari konsistensi dan kerja keras seluruh tim di lapangan. Kendati sukses kembali mengamankan trofi juara, Wisnu mewanti-wanti para pemainnya agar tidak cepat berpuas diri dengan pencapaian yang ada. Ia berharap kemenangan ini justru menjadi pelecut semangat untuk terus berkembang dan menjaga konsistensi di kompetisi-kompetisi berikutnya.

“Secara keseluruhan saya sangat puas dengan penampilan anak-anak di lapangan dan tentu bangga SMA Santo bisa kembali menjuarai turnamen ini. Namun, saya selalu mengingatkan kepada para pemain agar tidak cepat berpuas diri. Evaluasi tetap ada, dan ini harus jadi motivasi untuk terus berlatih lebih keras lagi,” ujar Wisnu Adhitia.

Sementara itu, Pelatih SMA Cendana Duri, Dony Rahmadiano, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas penyelenggaraan turnamen basket Riau Pos-Honda High School Basketball League (HSBL). 

Menurutnya, ajang ini menjadi wadah yang sangat positif dalam mengasah bakat serta memunculkan potensi atlet-atlet muda berbakat, khususnya di wilayah Mandau dan Riau pada umumnya.

Dony berharap frekuensi kompetisi seperti HSBL dapat ditingkatkan dan tidak hanya digelar sekali dalam setahun. Ia menilai kompetisi yang rutin sangat dibutuhkan agar pembinaan atlet muda dapat berjalan berkesinambungan hingga mencapai performa maksimal.

Selain trofi, medali dan uang pembinaan untuk tim pemenang, panitia juga menganugerahkan gelar individu. Pemain dari tim SMA Santo Tarcisius, Justin Tristan Chang dinobatkan sebagai Pemain Terbaik (MVP) berkat performa impresifnya sepanjang turnamen. Adapun pada kategori putri, pebasket SMAN 1 Mandau, Reyhana Sifha, terpilih sebagai pemain terbaik.

Pada kesempatan yang sama, panitia juga menganugerahkan penghargaan untuk kategori dancer dengan penampilan terbaik, yang berturut-turut diraih oleh SMA Cendana sebagai juara pertama, disusul SMA Santo Tarcisius di posisi kedua, dan SMAN 1 Dumai di peringkat ketiga.

Acara penutupan diakhiri dengan prosesi penyerahan trofi, foto bersama seluruh kontingen, dan selebrasi meriah dari para suporter tim pemenang. 


SMAN 1 Mandau Juara Tim Putri

Pada laga final putri sebelumnya, SMAN 1 Mandau sukses merengkuh trofi juara usai mengalahkan SMAN 2 Mandau dengan skor 33-26. Laga berlangsung cukup ketat karena kedua tim sempat saling mengejar perolehan poin. Namun, SMAN 1 Mandau tampil lebih efektif hingga kuarter akhir dan sukses mengamankan kemenangan mereka di HSBL 2026 Series Dumai.

Pelatih S MA Negeri 2 Mandau, Encik Fahmi, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kualitas laga final yang menyajikan duel sengit sejak kuarter pertama. Ia mengakui keunggulan lawan yang dinilainya tampil lebih siap dari segi fisik maupun taktik. Pengakuan tersebut sekaligus menjadi catatan evaluasi penting bagi timnya ke depan.

“Intensitas permainan kedua tim yang sama dari Mandau ini dari dulu memang tinggi. Kembali lagi, ketahanan fisik jadi penentu dan SMAN 1 Mandau memang layak jadi juara. Secara keseluruhan cara bermain dan strategi mereka luar biasa. Selamat buat sang juara,” ujar Encik Fahmi usai pertandingan.

Sementara itu, Pelatih SMA Negeri 1 Mandau, Martia Harika, mengungkapkan kunci keberhasilan timnya dalam merengkuh gelar juara. Menurutnya, faktor mentalitas bertanding serta kedisiplinan di lapangan sangat menentukan di laga krusial. Meski berhasil keluar sebagai pemenang, ia memberikan catatan evaluasi terkait kesiapan tim di awal laga. Ia menilai anak asuhnya sempat terlambat panas dan berharap ke depannya dapat tampil konsisten sejak menit awal.

“Tadi memang sempat lambat panas, yang seyogianya kita harus bisa tampil stabil sejak babak pertama dimulai,” ungkap Martia Harika.

Ia juga menekankan kepada para pemainnya untuk tidak cepat berpuas diri dengan pencapaian ini. Menurutnya, konsistensi dalam berlatih adalah kunci utama untuk mempertahankan prestasi.

“Kepada para pemain, saya berpesan untuk tidak cepat berpuas diri. Tetap konsisten latihan secara rutin dan terjadwal, jangan baru giat latihan saat ada turnamen saja,” tegasnya.**


sumber: RIAUPOS.CO

Pekanbaru - Pengambilan keputusan Abdul Kadir Jailani sebagai Plt ketua ini dilakukan melalui rapat pleno KONI Dumai setelah ketua lama Agustiawan mengundurkan diri dengan alasan mendapat penugasan kerja di luar daerah di salah satu perusahaan BUMN.

Humas KONI Dumai Zainal Arifin mengatakan bahwa rapat pleno digelar pada Jumat (24/7) siang di Kantor KONI Dumai dihadiri jajaran pengurus dengan agenda utama membahas keberlanjutan organisasi pasca pengunduran diri Agustiawan.

Rapat pleno tersebut dipimpin Ketua Harian KONI Dumai Akhmad Khadafi dan keseluruhan pengurus secara aklamasi menunjuk Abdul Kadir Jailani yang sebelumnya menjabat Wakil Ketua I sebagai Plt Ketua KONI Dumai.

"Penunjukan ini diharapkan mampu menjaga stabilitas organisasi sekaligus memastikan seluruh program pembinaan atlet dan cabang olahraga tetap berjalan, terutama menghadapi persiapan Pekan Olahraga Provinsi atau Porprov Riau ke 11 Tahun 2027," kata Zainal, Senin.

Dijelaskan, selain penunjukan Plt ketua, rapat pleno juga membahas sejumlah agenda strategis lainnya, yaitu, rencana rapat koordinasi persiapan Porprov Riau dan rencana perpindahan kantor KONI Kota Dumai ke lokasi baru.

Dengan kepemimpinan sementara yang baru, KONI Dumai optimis program pembinaan atlet tetap berlanjut dan soliditas organisasi terus terjaga sehingga prestasi olahraga dapat terus meningkat di berbagai ajang kompetisi mendatang.

Sementara, dalam surat diterima KONI Dumai, Agustiawan mengundurkan diri setelah menerima mutasi tugas ke Cilacap di lingkungan PT Pertamina Persero.

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Dumai dan KONI Provinsi Riau serta seluruh pengurus dan insan olahraga atas dukungan selama masa kepemimpinan serta berharap proses transisi dapat berjalan dengan baik demi kemajuan olahraga di Dumai.

Disamping itu, KONI Dumai juga berharap Pemprov Riau tetap mempertahankan Dumai bersama Kabupaten Siak sebagai tuan rumah Porprov Riau XI yang dijadwalkan berlangsung pada Tahun 2027 mendatang.

Harapan ini disampaikan menyusul belum adanya keputusan resmi terkait penetapan tuan rumah usai pelaksanaan Porprov 2026 ditunda karena keterbatasan anggaran.

Menurut Sekretaris KONI Dumai Muhammad Ali Akbar menjelaskan berbagai persiapan yang telah dilakukan selama ini diharapkan tidak sia-sia dan dapat menjadi modal untuk menyukseskan penyelenggaraan Porprov pada tahun depan.

"Kami berharap keputusan penetapan tuan rumah nantinya tetap memberikan kepercayaan kepada KONI Dumai untuk menggelar Porprov Riau XI Tahun 2027," kata Ali Akbar. **


sumber: ANTARA

Pekanbaru - Kontingen Kota Pekanbaru berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan keluar sebagai juara umum pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Tingkat Provinsi Riau Tahun 2026 untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Prestasi tersebut diraih setelah kontingen Pekanbaru mengoleksi total 12 medali, terdiri dari 7 medali emas, 4 medali perak, dan 1 medali perunggu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Syafrian Tommy, mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian para atlet pelajar yang telah menunjukkan kemampuan terbaiknya sepanjang kompetisi.

"Alhamdulillah, kontingen Kota Pekanbaru berhasil menjadi juara umum O2SN Tingkat Provinsi Riau Tahun 2026 dengan raihan total 12 medali. Ini merupakan hasil dari kerja keras para siswa, pelatih, serta dukungan seluruh pihak," ujarnya, Senin (27/7/2026).

Menurut Tommy, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa Kota Pekanbaru memiliki generasi muda yang berbakat, disiplin, dan mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.

"Prestasi ini menjadi cerminan potensi luar biasa yang dimiliki anak-anak kita. Mereka telah menunjukkan semangat juang, kedisiplinan, dan tekad yang kuat untuk meraih prestasi terbaik," katanya.

Dengan status sebagai juara umum, Kota Pekanbaru akan mewakili Provinsi Riau pada ajang O2SN Tingkat Nasional. Karena itu, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru berkomitmen memberikan pendampingan dan pembinaan secara maksimal agar para atlet semakin siap menghadapi persaingan di tingkat nasional.

"Kami akan mengawal seluruh proses persiapan atlet menuju O2SN tingkat nasional. Harapannya, mereka tidak hanya mampu mengharumkan nama Kota Pekanbaru, tetapi juga membawa nama baik Provinsi Riau di tingkat nasional," jelas Tommy.

Ia menambahkan, Dinas Pendidikan akan memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pengurus cabang olahraga, untuk memastikan program pembinaan berjalan optimal.

"Kami akan terus berkolaborasi dalam melakukan pembinaan terhadap anak-anak kita agar potensi mereka terus berkembang dan mampu meraih prestasi yang lebih tinggi," tutupnya. **


sumber: ANTARA