CENTANGNEWS.COM - CEO Dorna Carmelo Espeleta resmi batalkan long lap penalti Veda dan putuskan Veda Ega Pratama dihitung finis posisi P4 dan raih 13 poin.

Usai ditemukan bukti sah bahwa Munyos lakukan kesalahan sendiri. Veda sama sekali tidak menyentuh.

Di sisi lain, beginilah reaksi berkelas dan mantep Valentino Rossi hingga petinggi KTM Aki Ajo soal keputusan dorna tersebut.

Simak fakta sebenarnya berikut ini ya.

Dunia balap motor internasional kembali diguncangkan oleh drama spektakuler dari arena Red Bull Ring Spielberg Austria dalam gelaran Moto3 Austria 2026 yang berlangsung minggu kemarin.

Publik olahraga otomotif Indonesia dan para pecinta Moto3 di seluruh dunia sempat dibuat meradang oleh keputusan stewards yang dinilai amat kontroversial dan merugikan talenta muda berbakat asal Indonesia, Veda Riga Pratama.

Namun, keadilan akhirnya ditegakkan hingga ke level tertinggi Hierarki MotoGP, yakni CEO Sorna Sports Carmelo Espeleta.

Sebelum drama penalti dan intervensi Dorna Sports terjadi, ajang Moto3 Austria menyuguhkan pertunjukan luar biasa dari Veda Ega Pratama.

Memulai balapan dari grip yang sangat tidak menguntungkan, posisi ke-19, pembalap berusia 17 tahun ini menunjukkan kematangan teknik, keberanian, dan RaceCraft di atas rata-rata dengan mampu tembus posisi keempat besar dan konsisten bersaing di grup depan memperebutkan zona podium hingga sisa dua lap terakhir.


Tapi di tengah perjuangan sengit mempertahankan posisi keempat pada dua lap tersisa, petaka dan ketidakadilan menghampiri Feda.


FIM MotoGP Stewards Panel mendadak menjatuhkan hukuman long lap penalty kepada Veda.

Veda dituduh bersalah dan menjadi penyebab melipirnya David Muñoz saat duel menyalip berlangsung.

Sesuai aturan, Veda terpaksa melaju ke jalur khusus long lap penalty di sirkuit Red Bull Ring. Dampaknya sangat merusak pertarungan Veda.

Posisinya meluncur bebas dari P4, turun drastis ke posisi ke 13 hingga menyentuh garis finish.

Sontak, keputusan Steward tersebut memicu gelombang protes dan kekecewaan mendalam dari para pecinta balap Indonesia serta pengamat otomotif internasional.

Tayangan ulang dari berbagai sudut pandang memperlihatkan adanya kejanggalan besar pada tuduhan yang ditujukan kepada Veda.

Berespons polemik tajam serta bukti-bukti rekaman yang beredar, pihak Dorna Sports bersama Komisi Keselamatan langsung melakukan peninjauan ulang secara menyeluruh pas kebalapan.

Berbekal teknologi kamera on-board resolusi tinggi, rekaman telemetri, serta sudut pandang super slow motion, bukti tak terbantahkan akhirnya terungkam.

Berdasarkan analisis mikro yang dilakukan tim teknis, Veda Ega Pratama terbukti sama sekali tidak melakukan kontak atau menyentuh motor David Munyos.

Dalam manuvernya, Veda mengambil jalur dalam atau racing line secara bersih dan terukur.

David Munyos yang berada di sisi luar terlihat terkejut atau reflect reaction saat melihat pergerakan Veda.

Sehingga kehilangan keseimbangan dan melipir keluar jalur atas inisiatif dan kesalahannya sendiri.

Tidak ada dorongan, benturan atau tindakan agresif berbahaya yang dilakukan oleh Veda.**

Share To:
Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

Redaksi

Post A Comment: