Articles by "Ekbis"
Tampilkan postingan dengan label Ekbis. Tampilkan semua postingan

JAKARTA – Pemerintah terus mempercepat pembangunan infrastruktur gas bumi nasional untuk memperkuat konektivitas pasokan dan meningkatkan pemanfaatan gas di berbagai wilayah Indonesia. Salah satu proyek yang tengah dikebut adalah pipa transmisi Dumai-Sei Mangke sepanjang 541 kilometer (km).

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan pembangunan jaringan transmisi gas bumi nasional dilakukan secara bertahap. Tahap pertama sepanjang 60 km telah diselesaikan pada 2023, disusul tahap kedua sepanjang 240 km yang juga telah rampung.

“Selanjutnya saat ini sedang dibangun adalah penyelesaian pipa transmisi Dumai-Sei Mangke sepanjang 541 km. Ini sudah berprogres, progresnya sampai dengan saat ini adalah sekitar 30%,” kata Laode dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Dia menargetkan proyek tersebut dapat diselesaikan pada awal 2028. Setelah tersambung, jaringan pipa transmisi gas bumi akan membentang dari Aceh hingga Jawa Timur sehingga pengiriman gas dapat dilakukan melalui berbagai titik di sepanjang jaringan tersebut.

“Insyaallah di tahun 2028 awal pipa Dumai-Sei Mangke ini sudah dapat kita selesaikan. Apabila pipa ini sudah terhubung, maka pipa transmisi besar mulai dari Aceh sampai dengan Jawa Timur untuk gas bumi sudah tersedia,” sebut Laode.

Sejalan dengan pembangunan jaringan transmisi, pemerintah juga menyiapkan strategi integrasi infrastruktur gas bumi nasional. Setelah jaringan transmisi tersedia, pengembangan jaringan gas akan dilakukan di sepanjang jalur pipa untuk memperluas akses dan pemanfaatan gas bumi.

Pemerintah juga menyiapkan sejumlah titik injeksi gas melalui moda liquefied natural gas (LNG), mengingat panjangnya jaringan dari Aceh hingga Jawa Timur. Selain itu, pemanfaatan compressed natural gas (CNG) akan diperluas, termasuk untuk sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka).

“Di Pulau Jawa nanti juga kita akan masifkan ketika gas sudah mengalir di kedua pulau yang memang demand-nya cukup tinggi,” jelas Laode.

Sementara itu, untuk kawasan Indonesia Timur, pemerintah akan mengintegrasikan pasokan melalui skema mini LNG. Strategi tersebut akan dikaitkan dengan pengembangan pembangkit listrik berbasis gas yang berada di sejumlah titik di wilayah Indonesia Timur, sehingga infrastruktur dan pasokan gas dapat disesuaikan dengan karakteristik kebutuhan masing-masing wilayah.**


sumber: investortrust.id

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Riau bersama BUMD PT Riau Pangan Bertuah terus mengupayakan ketersediaan bahan pokok di tengah masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan operasi pasar murah yang digelar setiap hari dan digilir di kabupaten kota.

Kabid Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Provinsi Riau Tetty Nurdianti menyebutkan pada pekan ini, operasi pasar murah Pemprov Riau akan digelar pada dua daerah.

"Pekan ini akan ada 5 titik lokasi operasi pasar murah, yang tersebar pada 2 daerah, yaitu Kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru," kata Tetty, Senin (10/8/2026).

Disebutkannya, operasi pasar murah Pemprov Riau terbagi atas 4 titik di Kota Pekanbaru dan 1 titik di Kabupaten Siak.

"Untuk pagi ini akan kita awali di Kota Pekanbaru. Tepatnya di di Halaman Kantor Lurah Sialang Munggu, Kecamatan Tuah Madani," katanya.

Kemudian, pada Selasa, 11 Agustus digelar di Halaman Kantor Wonorejo, Kecamatan Marpoyan Damai. Rabu, 12 Agustus akan berpindah ke Kabupaten Siak, tepatnya di Halaman Kantor Desa Seminai, Kecamatan Kerinci Kanan.

"Pada Kamis, 13 Agustus kembali digelar di Pekanbaru. Tepatnya di Halaman Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau, Jalan Pattimura. Sementara pada Jumat, 14 Agustus di Kelurahan Maharani, Jalan T Mahmud, RT 02 RW 03, Kecamatan Rumbai Barat," sebutnya.

Tetty menyebutkan dengan adanya operasi pasar murah ini, pihaknya ingin memastikan ketersediaan bahan pokok dan kestabilan harga.

"Dengan adanya operasi pasar murah ini, kami ingin menjaga dan memastikan ketersediaan bahan pokok, kelancaran distribusi dan kestabilan harga di masyarakat dalam memenuhi kebutuhan," kata Tetty.

Dijabarkannya, untuk harga bahan pokok yang tersedia di operasi pasar murah, diantaranya beras SPHP Rp60rb per 5 kilogram, beras anak daro dan beras sokan Rp169rb per 10 kg, beras sokan dan beras anak daro Rp84.500 per 5kg.

"Untuk gula pasir dibandrol dengan harga Rp18rb per kg, minyak goreng kemasan minyakita Rp15.500 per bungkus," katanya.

Kemudian untuk garam krista Rp2rb per 200gram, garam nusantara Rp2rb per 250 gram dan telur Rp49 ribu per papan.

Bagi masyarakat yang ingin berbelanja pada kegiatan Operasi Pasar Murah, diharapkan dapat mengantre dengan tertib dan datang pada waktu yang telah ditentukan.

"Kita harapkan masyarakat dapat mengantre dengan tertib. Dan kami mengimbau agar membawa kantong belanja dari rumah, guna mengurangi penggunaan kantong plastik," pungkasnya.**


sumber: MC Riau

PEKANBARU - Atas komitmennya dalam kinerja unggul yang mengimplementasikan nilai-nilai Entrepreneurial Marketing, Universitas Islam Riau (UIR) berhasil meraih penghargaan Campus Entrepreneurial Marketing Award Riau 2026. Penghargaan diterima langsung oleh Rektor UIR Assoc. Prof. Dr. Admiral, S.H.,M.H di Hotel The Premiere Pekanbaru.

Penghargaan diberikan oleh MarkPlus Institute dalam rangkaian kegiatan Pekanbaru Marketing Festival 2026. Acara iniu sejalan dengan agenda Corporate Day Pekanbaru Marketing Festival 2026 mengusung tema “Winning The Competition in the Age of AI”.

Rektor UIR menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan bukti komitmen UIR dalam mendorong penguatan kewirausahaan berbasis inovasi dan perkembangan teknologi.

“Adapun bentuk nilai Entrepreneurial Marketing yang telah diterapkan oleh Universitas Islam Riau meliputi kreativitas, inovasi, kewirausahaan, dan kepemimpinan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas”, ucap Rektor.

Kepala Divisi Kegiatan Pembelajaran Direktorat Pendidikan dan Pembelajaran (DPP) Ivan Taufiq, S.I.kom., M.I.Kom menuturkan, salah satu inovasi yang dilakukan oleh UIR dibidang pengajaran yaitu melakukan transformasi sistem pembelajaran melalui implementasi Outcome-Based Education (OBE) yang diintegrasikan dengan ekosistem pembelajaran digital (Digital Learning Ecosystem).

Menurutnya “inovasi ini tidak hanya berfokus pada perubahan dokumen kurikulum, tetapi juga mengubah keseluruhan proses pembelajaran mulai dari perencanaan, pelaksanaan, asesmen, hingga evaluasi pembelajaran secara berkelanjutan. Dalam hal ini pembelajaran tidak lagi berorientasi pada penyampaian materi tetapi berfokus pada pencapaian kompetensi lulusan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini”.

Dengan berhasilnya meraih Campus Entrepreneurial Marketing Award Riau 2026, UIR berkomitmen untuk terus menghadirkan kreativitas, inovasi, kewirausahaan, dan kepemimpinan sehingga dapat mencetak lulusan yang unggul, berdaya saing, dan berjiwa kewirausahaan. (hms)

DUMAI-Upaya SPR (Sarana Pembangunan Riau) Perseroda dalam pengembangan bisnis tidak berhenti sebatas MoU (Memorendum of Undarsteding) dengan pihak kedua saja. Sebagai tindak lanjut, SPR menemui dan membangun komunikasi dengan perusahaan-perusahaan besar yang ada di Kota Dumai.

Pertemuan pertama dengan Pelindo Multi Terminal Brach Dumai dipimpin langsung oleh Sekretaris SPR, Hariyanto Karim mewakili Direktur SPR, Dr. H. Haris Kampay.

Hariyanto Karim di dampingi Tenaga Ahli (TA) Amiruddin, Satuan Pengawas Internal (SPI), Bakri. Terlihat juga Head Office Media SPR Edi Ahmad RM.

Kehadiran SPR yang diterima oleh Manager Bisnis Pelindo, Budi berlangsung di Kantor Pelindo, Dumai, Kamis,(30/8).

SPR sekaligus mempertemukan antara Pelindo dengan Direktur PT Dumai Tally Mandiri (DTM) Jefrizal yang bergerak dibidang surveyor yang telah ber-MoU dengan SPR beberapa hari yang lalu.

“Kedatangan kita membawa DTM ke Pelindo ini sebagai bentuk komitmen kita dalam menjalani kesepakatan yang telah kita tandatangani,” ujar Hariyanto Karim.

Sementara itu, kepada Pelindo, Hariyanto Karim berharap, untuk dapat membuka diri kepada perusahaan lokal untuk mendapatkan bahagian pekerjaan yang ada di Pelindo sesuai dengan bidang dan aturan yang berlaku terutama yang ber-MoU dengan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) seperti SPR.

“Karena, selain hal ini akan berdampak terhadap tenaga kerja lokal yang ada, tentunya juga sebagai upaya kita untuk meningkatkan sumbangan terhadap PAD (Pendapatan Asli Daerah) dari hasil pajak yang disumbangkan perusahaan lokal itu sendiri dan deviden yang diperoleh BUMD,” terang Hariyanto Karim.

Menanggapi hal itu, Budi membuka diri dan akan menindak lanjuti harapan tersebut. Hanya saja dia berharap, agar perusahaan yang diajukan, memenuhi persyaratan dan ketentuan yang berlaku.

“Terkait surveyor, itu yang menentukan adalah pemilik barang tak ada intervensi dari Pelindo. Kita hanya bisa merekomendasikan, segala keputusan tetap pada pemilik barang,” jelas Budi.

Usai pertemuan dengan Pelindo, SPR langsung bertemu dengan PT. Pacific Indopalm Industries (PII) Pertemuan yang diterima Manager Humas PII Sisyanto, membicarakan soal distribusi minyak goreng dan surveyor. Sementara hari Jumat (31/8), SPR menemui Apical Group di Lubuk Gaung. Pertemuan tersebut diterima, Kontener Manager Apicial, Didik. Kemudian SPR melanjutkan pertemuan dengan Sinarmas di wilayah yang sama dan kehadiran SPR diterima HRD manager, Poke dan Manager Humas, Mariot. Dan terakhir, SPR akan bertemu dengan Wilmar.**


sumber: CENTRO RIAU

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga membawa 11 UMKM mitra binaan dari berbagai daerah di Indonesia untuk tampil dalam Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 yang berlangsung pada 29 Juli-2 Agustus 2026 di Jakarta Convention Center (JCC).

Melalui ajang fashion terbesar di Indonesia ini, Pertamina Patra Niaga mendorong pelaku UMKM memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing produk, serta memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada pasar yang lebih luas.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan bahwa partisipasi dalam IFW 2026 merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung pertumbuhan UMKM agar mampu berkembang secara berkelanjutan dan bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

"UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian sekaligus menjaga keberlanjutan warisan budaya Indonesia. Melalui keikutsertaan di IFW 2026, kami ingin membuka akses yang lebih luas bagi UMKM binaan untuk memperkenalkan produknya kepada pasar yang lebih besar, memperkuat branding, serta memperluas peluang kolaborasi dan pengembangan usaha," ujar Kitty.

Keikutsertaan para mitra binaan dalam IFW 2026 juga menjadi bagian dari implementasi program Community Involvement & Development (CID) Pertamina Patra Niaga yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pengembangan usaha berkelanjutan. Program ini dijalankan melalui kolaborasi strategis bersama Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) sebagai penyelenggara IFW.

Sebanyak 11 UMKM mitra binaan yang berpartisipasi dalam IFW 2026 terdiri dari Dara Baro, Guns Leather, Ramiza Boutique, Vite, Narita Sibori, Dimas Batik, Meeta Fauzan, UD Tenun Sumber Rejeki, Jokotole, Besolek, dan Mahacinta Jewelry. Kesebelas UMKM tersebut berasal dari wilayah operasional Pertamina Patra Niaga di Jawa Bagian Barat (JBB), Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus), Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), serta Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).

Tidak hanya menghadirkan produk unggulan di area pameran, tiga UMKM binaan Pertamina Patra Niaga, yaitu Meeta Fauzan, Dimas Batik, dan Dara Baro, juga mendapatkan kesempatan menampilkan koleksi terbaiknya di atas runway IFW 2026. Kesempatan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas kualitas produk dan kreativitas UMKM binaan yang telah melalui proses pembinaan berkelanjutan.

Salah satu UMKM yang turut berpartisipasi adalah Meeta Fauzan, mitra binaan Pertamina Patra Niaga sejak 2020 yang menghadirkan koleksi busana modern dengan sentuhan motif batik dari berbagai daerah Indonesia. Pemilik usaha, Meeta Fauzan, mengaku bangga dapat menjadi bagian dari IFW 2026.

"Luar biasa senang, karena ini salah satu event fashion terbesar di Indonesia, bahkan cakupannya tidak hanya nasional tetapi juga internasional. Kesempatan ini membuka peluang yang lebih besar bagi kami untuk memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas," ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Aisyah Nadia, pemilik Dimas Batik yang telah menjadi mitra binaan Pertamina Patra Niaga sejak 2019. Dalam ajang IFW 2026, Dimas Batik menghadirkan beragam koleksi batik tulis khas Tasikmalaya yang mendapat respons positif dari para pengunjung.

"Saya senang sekali karena respons pengunjung sangat baik. Mereka menyukai motif dan kualitas kain batik yang kami tampilkan. Bahkan pada hari pertama pameran, produk kami sudah terjual sebanyak 10 buah," ungkap Aisyah.

Kitty menambahkan bahwa konsep "naik kelas" yang diusung Pertamina Patra Niaga tidak hanya berfokus pada peningkatan penjualan, tetapi juga pada pembentukan ekosistem usaha yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan.

"Bagi kami, mendorong UMKM naik kelas berarti membantu mereka memiliki kapasitas bisnis yang lebih kuat, akses pasar yang lebih luas, serta daya saing yang semakin tinggi. Kami ingin UMKM Indonesia mampu tumbuh secara berkelanjutan dan menjadi bagian penting dalam pengembangan ekonomi kreatif nasional," tambah Kitty.

Pertamina Patra Niaga mengajak masyarakat untuk turut mendukung produk-produk karya anak bangsa dengan mengunjungi booth UMKM Mitra Binaan Pertamina Patra Niaga di Main Lobby JCC Booth M1-M3 dan Assembly Hall JCC Booth A227-A231 selama penyelenggaraan IFW 2026.

"Setiap produk yang dibeli tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha, tetapi juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan industri kreatif Indonesia agar semakin berdaya saing di tingkat global," pungkas Kitty.**


sumber: CNBC Indonesia

PEKANBARU — Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Riau, Herawati Abdi, menghadiri peluncuran inovasi wastra "Batik Sawit Bedelau" di Hotel Pangeran, Kota Pekanbaru, Kamis (30/7/2026).

Acara yang mengusung tema "Merawat Tradisi, Menginspirasi Negeri" tersebut turut menampilkan peragaan busana batik inovatif hasil karya para peserta pelatihan batik sawit.

Herawati Abdi menyampaikan bahwa peluncuran ini merupakan langkah nyata dalam mengoptimalkan potensi kelapa sawit daerah di luar sektor industri primer.

Ia menilai potensi melimpah komoditas sawit Riau kini dapat diangkat menjadi produk kebudayaan bernilai tambah dan memperkuat sektor ekonomi kreatif.

"Dengan adanya Batik Sawit Bedelau, diharapkan Provinsi Riau memiliki ikon batik baru yang tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga menginspirasi inovasi berbasis sumber daya lokal," ujar Herawati.

Ia menambahkan, pemanfaatan bahan baku lokal ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing perajin batik Riau agar dapat menembus pasar nasional maupun internasional.

Secara teknis, Batik Sawit Bedelau memanfaatkan malam batik berbasis stearin atau olahan minyak kelapa sawit sebagai pengganti parafin konvensional.

Penggunaan malam sawit tersebut menghasilkan kain batik yang lebih lentur, tidak kaku, tahan retak saat dilipat, serta menghasilkan warna yang lebih cerah dan nyaman digunakan oleh perajin saat proses membatik.


(MC Riau/mcy)

PEKANBARU – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau, Andi Darma Taufik, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama pihak perusahaan untuk segera menetapkan standar harga kelapa secara objektif. Langkah ini dinilai mendesak menyusul anjloknya harga kelapa tingkat petani di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) hingga menyentuh angka Rp1.800 per kilogram.

Penurunan harga komoditas utama tersebut dinilai sangat mengganggu perekonomian masyarakat Inhil secara keseluruhan. Mengingat sebagian besar warga di wilayah pesisir Riau tersebut menggantungkan sumber penghidupan utama keluarga mereka dari hasil perkebunan kelapa.

Politisi PDI Perjuangan daerah pemilihan (Dapil) Inhil ini mengungkapkan, dirinya menerima banyak keluhan dari para petani lokal terkait kemerosotan harga yang terbilang ekstrem. Jika sebelumnya harga kelapa berada di kisaran Rp7.000 per kilogram, kini harganya merosot tajam menjadi Rp1.700 hingga Rp1.800 per kilogram.

"Penurunan harga kelapa di Inhil ini sangat luar biasa. Dari yang biasanya Rp7.000, kini hanya dihargai Rp1.800 per kilogram," ujar Andi Darma Taufik saat memberikan keterangan kepada media di Pekanbaru, Senin (27/7/2026).

Melihat kondisi yang kian memprihatinkan tersebut, Andi berharap Pemprov Riau segera turun tangan memberikan solusi konkret. Penyelamatan harga kelapa dianggap vital untuk menjaga daya beli serta menopang stabilitas ekonomi masyarakat di Indragiri Hilir.

Selain pemerintah, legislator ini juga meminta perusahaan korporasi pembeli kelapa untuk membuka diri dan bersinergi dalam menentukan penetapan harga yang adil. Sinergi ini dinilai penting agar harga beli di tingkat petani dapat seimbang dengan biaya operasional yang dikeluarkan selama produksi.

"Biaya produksi kelapa ini cukup tinggi juga. Makanya kita minta Pemprov Riau bersama-sama perusahaan yang membeli kelapa agar saling bersinergi, sehingga masyarakat tidak merasa khawatir," jelasnya.

Ia menyebutkan, selama ini para petani di Inhil berada pada posisi lemah karena tidak memiliki acuan dasar resmi untuk mempertahankan harga tawar. Alhasil, masyarakat hanya bisa bersikap pasrah menerima fluktuasi harga yang ditetapkan sepihak oleh perusahaan, di mana penurunannya bisa terjadi berkala puluhan hingga ratusan rupiah dari hari ke hari.** (MRC) 



DUMAI - Gerai ZChicken milik Rahayu, mustahik binaan BAZNAS di Kota Dumai, kembali menggeliat setelah sempat tutup selama sebulan. Pada hari pertama kembali beroperasi, gerai tersebut langsung disambut antusias pembeli, menandai bangkitnya kembali usaha yang menjadi sumber penghasilan keluarga Rahayu.

Pada hari pertama kembali berjualan, Rahayu menyiapkan 60 potong ayam crispy. Dari jumlah tersebut, 40 potong di antaranya telah terjual sejak pagi.

Antusiasme pembeli juga terlihat sepanjang hari. Gerai yang buka mulai pukul 06.30 WIB hingga 21.00 WIB itu ramai didatangi pelanggan.

Dengan jam operasional yang lebih panjang, Rahayu berharap dapat menjangkau lebih banyak pembeli, mulai dari pelanggan yang mencari menu sarapan, makan siang, hingga camilan pada malam hari.

Ia juga telah menyiapkan sejumlah rencana untuk mengembangkan gerai ZChicken miliknya, salah satunya dengan menambah variasi menu. Menurut Rahayu, kehadiran menu baru diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan bagi pelanggan sekaligus menarik konsumen untuk kembali datang.

Rahayu berharap pengembangan usaha tersebut dapat meningkatkan jumlah pelanggan dan membuat gerai ZChicken miliknya semakin berkembang. Ia juga ingin usaha yang dijalankannya terus memberikan penghasilan yang berkelanjutan bagi keluarganya. **


sumber: baznas.go.id