DURI (CNC) – Seorang warga negara asing (WNA) asal India berinisial SR (61) ditemukan meninggal dunia di kamar nomor 6202 sebuah hotel di Jalan Hang Tuah, Kelurahan Babussalam, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Selasa (13/10/2026).
Korban diketahui bekerja di perusahaan bidang kelistrikan di Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Balai Pungut, Kecamatan Pinggir. Ia ditemukan dalam kondisi tidak merespons saat hendak dijemput rekannya untuk beraktivitas.
Kapolsek Mandau, AKP I Made Pasek Saradahtam Bendesa, mengatakan jenazah korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mandau untuk menjalani proses lebih lanjut.
"Ya, jenazah korban telah dievakusi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kecamatan Mandau untuk dilakukan proses penyelidikan," ujar I Made Pasek, Rabu (14/10/2026) malam.
Ia menjelaskan, berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 06.50 WIB. Sebelum penemuan itu, rekan korban telah berupaya menghubunginya melalui pesan singkat dan panggilan telepon sebanyak lima kali sejak pukul 06.48 WIB. Namun, seluruh upaya tersebut tidak mendapat respons.
Karena tidak kunjung mendapat jawaban, rekan korban kemudian meminta bantuan petugas hotel untuk membuka pintu kamar secara manual.
Setelah pintu berhasil dibuka, SR ditemukan terbaring telentang di atas kasur dengan sebagian tubuh tertutup selimut. Saat ditemukan, tubuh korban dilaporkan sudah dingin dan tidak menunjukkan respons.
Pihak hotel selanjutnya menghubungi Rumah Sakit Thursina untuk meminta bantuan ambulans. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit tersebut dan tiba sekitar pukul 07.30 WIB guna menjalani pemeriksaan awal.
Kapolsek mengatakan, pihaknya baru menerima laporan kejadian itu pada pukul 09.15 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Reserse Kriminal (Reskrim), dan Intelijen mendatangi lokasi kejadian serta Rumah Sakit Thursina untuk melakukan pemeriksaan.
"Kita baru menerima laporan kejadian tersebut pada pukul 09.15 WIB. Petugas yang terdiri dari personel SPKT, Reskrim, dan Intelijen kemudian mendatangi lokasi kejadian serta Rumah Sakit Thursina untuk melakukan pemeriksaan," ujarnya.
Dalam pemeriksaan di lokasi, petugas juga menemukan obat jenis febuxostat di kamar korban. Namun, keberadaan obat tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab kematian SR.
Sekitar pukul 11.00 WIB, jenazah korban dirujuk ke RSUD Mandau untuk proses pengawetan jenazah serta pengurusan administrasi pemulangan ke India atas permintaan perusahaan tempat korban bekerja.
Berdasarkan surat keterangan kematian yang diterbitkan RSUD Mandau pada 13 Oktober 2026 dan ditandatangani dr. Wesly Pardomuan Rambe, ditemukan lebam pada bagian belakang tubuh korban. Lebam tersebut dilaporkan memudar saat dilakukan penekanan.
Hasil pemeriksaan juga tidak menemukan adanya patah tulang. Meski demikian, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan.
"Namun, penyebab kematian korban belum dapat dipastikan karena tidak dilakukan pemeriksaan dalam atau autopsi internal, sebagaimana tercantum dalam surat keterangan tersebut," jelasnya.
Hingga keterangan tersebut disampaikan, penyebab kematian WNA asal India itu belum dapat dipastikan berdasarkan hasil pemeriksaan yang disebutkan dalam surat keterangan kematian.**

Post A Comment: