KAMPAR (CNC) – Komite Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) memastikan kematian bayi perempuan berusia tiga bulan di Kabupaten Kampar, tidak disebabkan oleh pemberian imunisasi.
Kepastian tersebut diperoleh setelah Komnas KIPI melakukan kajian kausalitas terhadap kasus bayi yang meninggal dunia setelah menerima sejumlah vaksin pada Agustus 2026.
Ketua Komnas KIPI, Hindra Irawan Satari, mengatakan hasil pemeriksaan medis menunjukkan bayi mengalami infeksi paru-paru dan infeksi bakteri.
Bayi tersebut didiagnosis menderita pneumonia yang disertai sepsis.
“Berdasarkan hasil kajian kausalitas yang dilakukan, kejadian pada bayi perempuan dinyatakan inkonsisten, yaitu berkaitan dengan kondisi kesehatan lain di luar vaksinasi,” ujar Hindra, Rabu (7/10/2026), dikutip dari Antara.
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi dan hasil pemeriksaan yang tersedia, tidak ditemukan bukti bahwa vaksinasi menyebabkan kondisi yang dialami bayi tersebut.
Bayi Terima Empat Jenis Vaksin
Bayi tersebut sebelumnya menerima imunisasi pada 20 Agustus 2026 di Posyandu Melati, Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar.
Dalam pelayanan tersebut, bayi mendapatkan empat jenis imunisasi, yakni DPT-Hb-Hib 2, PCV 1, OPV 3, dan Rotavirus 2.
Sekitar tujuh jam setelah imunisasi, bayi mengalami demam. Kondisinya kemudian memburuk dengan munculnya sesak napas dan kejang berulang.
Bayi kemudian dibawa untuk mendapatkan penanganan medis di RSUD Bangkinang.
Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kondisi serius. Bayi selanjutnya mendapatkan perawatan intensif dengan diagnosis pneumonia dan sepsis.
Namun, kondisi bayi terus memburuk meski telah mendapatkan penanganan medis.
Bayi tersebut akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada 22 Agustus 2026.
Kemenkes: Imunisasi Tetap Penting
Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan, Indri Yogyaswari, menegaskan imunisasi tetap menjadi bagian penting dalam upaya perlindungan kesehatan masyarakat.
Imunisasi memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi. Karena itu, masyarakat tetap diimbau mengikuti program imunisasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Sementara itu, hasil kajian Komnas KIPI dalam kasus bayi di Kampar menyatakan kejadian tersebut inkonsisten dengan vaksinasi dan berkaitan dengan kondisi kesehatan lain, yakni pneumonia serta sepsis akibat infeksi.**
sumber: kompascom

Post A Comment: