Dumai – Pemerintah Kota (Pemko) Dumai, Riau, terus memperkuat pelestarian budaya Melayu melalui Festival Layang-Layang Kuau Raja Tebuk Isi 2026 yang digelar di Pantai Purnama. Kegiatan tahunan ini tidak hanya menjadi upaya menjaga warisan budaya, tetapi juga diharapkan mampu mendorong pariwisata dan menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat.

Festival yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Dumai itu resmi dibuka oleh Wali Kota Dumai yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako Dumai Yusmanidar di Pantai Purnama, Jalan Sri Andalas, Sabtu (25/7/2026).

Pembukaan ditandai secara simbolis dengan penyerahan Layang-Layang Kuau Raja Tebuk Isi kepada Ketua Sanggar Layang-Layang Purnama Maestro, Amronshah.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kota Dumai, Risman, mengatakan, festival tahun ini mendapat antusiasme tinggi dengan diikuti 62 peserta dari Kota Dumai dan Kabupaten Bengkalis.

"Kami sangat bangga melihat partisipasi yang tinggi ini. Festival ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari. Selain sebagai ajang kompetisi dan silaturahmi para pencinta layang-layang tradisional, kegiatan ini juga bertujuan mempromosikan pariwisata daerah serta memastikan generasi muda tetap mengenal permainan tradisional khas Melayu," ujar Risman.

Pelaksanaan festival tersebut juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Riau. Sekretaris Dinas Kebudayaan Provinsi Riau Anton Widyanto Putra menilai konsistensi Dumai dalam menjaga tradisi layak menjadi contoh bagi daerah lain.

"Layang-layang Kuau Raja Tebuk Isi bukan sekadar permainan, melainkan sebuah mahakarya budaya yang sarat nilai filosofis. Pemerintah Provinsi Riau sangat mendukung penuh pergelaran ini sebagai langkah konkret rekayasa budaya dan penguatan identitas lokal di kancah yang lebih luas," katanya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako Dumai Yusmanidar menegaskan Pemkot Dumai berkomitmen mendukung berbagai ruang kreativitas berbasis budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah.

Menurutnya, pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

"Pemerintah Kota Dumai berkomitmen penuh mendukung ruang kreativitas adat seperti ini. Festival ini menjadi bukti bahwa modernisasi tidak lantas menggerus nilai-nilai luhur kita. Kami berharap festival ini terus konsisten digelar setiap tahun, menjadi magnet pariwisata, dan mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar Pantai Purnama," tegasnya.


Pembukaan festival turut dihadiri Sekretaris Disdikbud Kota Dumai Ali Ibnu Amar, kepala organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Dumai, Camat Dumai Barat beserta para lurah, serta kepala sekolah SD dan SMP se-Kecamatan Dumai Barat yang ikut mendukung penguatan edukasi budaya bagi generasi muda.**

Share To:

Redaksi

Post A Comment: